Berlatih Membuat Program PHP Bagian 10 - PHP CRUD

PHP CRUD 


Pada koding PHP yang berhubungan dengan database, ada istilah yang saat ini sering digunakan yaitu CRUD (Create, Read, Update dan Delete). Istilah ini mulai marak digunakan sejak banyaknya programmer yang menggunakan Framework. Proses yang dimaksud pada umumnya adalah create/insert atau membuat dan menambah data, read/select atau membaca data, update atau mengubah data dan terakhir adalah delete atau menghapus data.

Setiap kali proses yang berhubungan dengan database atau CRUD, harus melibatkan koneksi database. Maka untuk memudahkan penulisan koneksi database sebaiknya ditulis di file tersendiri, kemudian dipanggil untuk disisipkan ke file pemroses data dengan perintah include.
PHP CRUD

PHP CREATE

Dalam perintah SQL untuk mengisi data pada database menggunakan perintah
insert into nama_tabel values (nilai1, nilai2, ... dst)
atau
insert into nama_tabel (namakolom1,namakolom2, ... dst) values (nilai1, nilai2, ... dst)
atau bisa juga
insert into nama_tabe set namakolom1=nilai1,namakolom2=nilai2

Contoh:
<?php
// contoh ini menggunakan koneksi dengan fungsi mysql (untuk PHP ver 5 kebawah)
include("koneksi.php");
mysql_select_db("nama_database");
mysql_query("insert into siswa values ("11.12.2019","joni suherman","17");
mysql_query("insert into siswa values ("11.12.2020","susi susilowati","17");
?>

PHP SELECT

Perintah SQL untuk menampilkan data dari database menggunakan perintah yang bisa bervariasi berikut adalah yang paling sederhana
Select * from nama_tabel

Contoh:
<?php
// contoh ini menggunakan koneksi dengan fungsi mysql (untuk PHP ver 5 kebawah)
include("koneksi.php");
mysql_select_db("nama_database");
$query = mysql_query("select * from siswa);
while($isi = mysql_fetch_array($query)){
echo "<p>NIS: $isi['nis'] <br> NAMA: $isi['nama'] <br> USIA: $isi['usia']</p>";
}
?>

PHP UPDATE

Perintah SQL untuk mengubah data di Mysql seperti berikut
Update nama_tabel set namakolom1=nilai1,namakolom2=nilai2 where id = 'xx.." // id pada umumnya adalah primary key
Contoh:
<?php
// contoh ini menggunakan koneksi dengan fungsi mysql (untuk PHP ver 5 kebawah)
include("koneksi.php");
mysql_select_db("nama_database");
mysql_query("Update siswa set nis="11.12.2021", nama="Rudi hartanto", usia="18" where nis="11.12.2019");
?>

PHP DELETE

Perintah SQL untuk menghapus data di Mysql seperti berikut
Delete from nama_tabel where id = 'xx.." // id pada umumnya adalah primary key
Contoh:
<?php
// contoh ini menggunakan koneksi dengan fungsi mysql (untuk PHP ver 5 kebawah)
include("koneksi.php");
mysql_select_db("nama_database");
mysql_query("Delete from siswa where nis="11.12.2019");
?>

Walaupun dalam tutorial dasar ini tidak menggunakan Framework, tetapi perlu diketahui apa itu framework. Banyak programmer yang dalam perkembangannya kemudian menggunakan framework dalam setiap mengembangkan projek perangkat lunak. Framework yaitu kerangka kerja yang berupa kode fungsi dan modul yang disediakan oleh organisasi tertentu (terkadang dari komunitas) baik berbayar ataupun gratis agar setiap projek program dapat terorganisir dan dimengerti oleh masing-masing anggota tim. Sehingga walaupun anggota tim sering berganti-ganti orang, Tetap saja projek mudah dimengerti dan bisa dilanjutkan oleh orang lain.

Berlatih Membuat Program PHP bagian 9 - PHP Mysql

Alasan menggunakan Database

Kita sudah berlatih menggunakan PHP untuk menyimpan data sementara saat aplikasi dijalankan yaitu dengan variable. Ketika program ditutup atau tidak digunakan maka variabel akan hilang. Oleh sebab itu, bila perlu menyimpan data atau informasi yang lebih permanen maka perlu tempat lain, misalkan di file ataupun di database.

Informasi atau data yang sudah disimpan, seringkali perlu di tambah, diubah, dihapus dan dicari untuk ditampilkan dalam urutan tertentu. Untuk mempermudah proses tersebut maka disarankan menggunakan penyimpanan database. Saat ini PHP bisa dihubungkan kedalam berbagai macam database. Baik yang bersifat relasional (RDBMS) ataupun bersifat object (OODBMS). 
Berlatih Membuat Program PHP bagian 9 - PHP Mysql

MySQL 

Salah satu database jenis RDBMS yang paling banyak digunakan bersama PHP adalah MySQL. Sebuah database bisa memiliki satu atau lebih tabel. Masing-masing tabel dapat dimanfaatkan untuk menyimpan data spesifik. Sehingga apabila dibutuhkan informasi yang bersifat kompleks, masing-masing tabel bisa dipanggil dan dihubungkan melalui perintah SQL.

Koneksi PHP

Setiap kali akan melakukan proses dengan database, maka PHP harus terhubung atau koneksi dahulu ke server database. Agar terhubung kita harus menggunakan salah satu dari tiga cara yang bisa dipilih. Masing-masing cara terhubung atau terkoneksi ini harus sesuai dengan setting PHP maupun setting pada server.

PHP memiliki tiga macam bentuk koneksi yang dapat dipilih berdasarkan versi PHP dan fiturnya:

  • koneksi dengan fungsi MySQL (untuk PHP5)
  • MySQLi
  • PDO

Contoh koneksi menggunakan fungsi MySQL (untuk PHP 5):
<?php
$servername = "localhost";
$username = "username";
$password = "password";

$koneksi = mysql_connect($servername, $username, $password);

if(!$koneksi){
die("koneksi gagal");
}else{
echo "koneksi berhasil";
}
?>

Contoh koneksi menggunakan MySQLi
<?php
$servername = "localhost";
$username = "username";
$password = "password";

$conn = new mysqli($servername, $username, $password);

if ($conn->connect_error) {
    die("Koneksi gagal: " . $conn->connect_error);
}
echo "koneksi berhasil";
?>

Contoh koneksi menggunakan PDO
<?php
$servername = "localhost";
$username = "username";
$password = "password";

try {
    $conn = new PDO("mysql:host=$servername;dbname=myDB", $username, $password);
    $conn->setAttribute(PDO::ATTR_ERRMODE, PDO::ERRMODE_EXCEPTION);
    echo "Connected successfully";
    }
catch(PDOException $e)
    {
    echo "Connection failed: " . $e->getMessage();
    }
?>

Database

Untuk membuat database anda bisa memanfaatkan aplikasi mysql editor seperti PHPmyAdmin, HeidiSQL, MysqlWorkbench dan lain sebagainya. Atau bisa juga menggunakan PHP dengan perintah berikut:
create database namadatabase

Contoh berikut ini menggunakan fungsi MySQL (untuk PHP versi 5 kebawah)
<?php
include("koneksi.php"); //memanggil koneksi
$buat = mysql_query("create database latihan1");
if($buat){
echo "Database berhasil dibuat";
}else{
echo "Gagal membuat database";
}
?>

Tabel

Setiap tabel harus memiliki nama dalam satu kata atau lebih yang memenuhi standar penamaan tabel database. Setiap tabel menampung data dalam tipe data tertentu. Contoh tabel Murid:

  • NIS - varchar(25)
  • Nama - varchar(25)
  • Nama_Ibu - varchar(25)
  • Nama_Ayah - varchar(25)
  • Usia - int(11)
  • Alamat - text

Perintah SQL

Agar PHP dapat memanggil isi data murid tersebut maka pertama-tama PHP harus terhubung dahulu dengan database. Setelah terhubung baru kemudian dapat memanggil perintah SQL untuk menampilkan data seperti diatas.

Untuk menampilkan data murid tersebut dapat menggunakan perintah khusus SQL yang dimengerti oleh MySQL:

select * from murid

Berlatih Membuat Program PHP bagian 8 - Cookies dan Session

Cookies

Agar program dapat mengenali pengguna program, maka diperlukan sesuatu yang bisa mengidentifikasi pengguna (user). Fitur yang bisa mengidentifikasi pengguna bernama cookie dan Session. Mari kita bahas satu persatu dimulai dari cookies. Setiap kali komputer membuka halaman dengan browser, maka bersamaan dengan proses itu juga mengirim cookie. Dengan PHP kita bisa membuat dan mengambil isi informasi cookie.

Cara Membuat Cookies dengan PHP

Anda bisa memanfaatkan fungsi setcookie(). Fungsi setcookie() ini akan berhubungan dengan header suatu halaman HTML sehingga penulisannya dianjurkan agar diletakkan di paling awal atau sebelum meload tampilan apapun misalkan sebelum tag <html>.

Contoh:
<?php  setcookie("user","Joko susilo", time()+3600);?>
<html>
<body>Selamat Datang</body>
</html>
Cookies dan Session
Ilustrasi Cookies tetapi bukan ini yang dimaksud :)

Membaca nilai Cookie

<?php
print $_COOKIE["user"];
?>

Menghapus nilai Cookie

untuk menghapus nilai cookie anda bisa melakukan set nilai cookie menjadi kosong "" dan waktu cookie agar expired;
<?php
setcokie("user","",time()-3600);
?>

Sessions

Session merupakan cara untuk menyimpan informasi yang bisa digunakan secara global tanpa bergantung pada halaman yang dibuka user. Sehingga informasi yang disimpan dapat digunakan pada seluruh halaman web bila diperlukan. Berbeda dengan cookie informasi didalam session tidak 
disimpan pada komputer user, tetapi berada di Server.

Informasi yang ditulis didalam session dapat ditambah, diubah ataupun dihapus, sesuai dengan kebutuhan. Pada umumnya informasi yang ditambahkan pada session dimulai sejak user berhasil login. Kemudian informasi tersebut dihapus ketika user sedang logout. Agar informasi dapat bertahan lama dan mudah pengolahannya maka sebaiknya informasi tersebut disimpan di dalam.

Cara membuat Session di PHP

Sama sepeti cookies, session juga sebaiknya ditulis dibagian paling atas dokumen.
<?php session_start();?>
<html><body></body></html>

Kode session diatas berfungsi untuk mendaftakan session sehingga kita bisa mulai menyimpan informasi kedalamnya.

Menyimpan Informasi ke Dalam Session

<?php session_start();
$_SESSION['salam'] = "Selamat Pagi";
?>
<html><body><?php echo "Salam: ".$_SESSION['salam'];?></body></html>

Cara menghapus session

Bila anda ingin menghapus session, anda dapat memanfaatkan fungsi unset atau fungsi session destroy(). Fungsi unset dapat dimanfaatkan untuk menghapus session per nama satu-persatu. Sedangkan fungsi destroy akan menghapus semua session yang pernah dibuat dalam server. 
Contoh:
<?php unset($_SESSION["salam"]);?>

atau bila ingin menghapus seluruh session;
<?php session_destroy();?>



Berlatih Membuat Program PHP bagian 7 - File Upload

Upload File


Seperti yang telah kita singgung sebelumnya pada bab 5, bahwa kita juga bisa mengirim file dengan metode post. Kali ini kita akan latihan membuat formulir yang dapat mengirim file kemudian dapat diterima server sehingga nantinya file dapat disimpan dan dipanggil lagi bila dibutuhkan. 

Yang kita perlukan adalah dua file yaitu formulir untuk mengirim, dan satu lagi file untuk memproses hasil kiriman dari formulir tersebut. Langsung saja berikut ini contoh formulirnya:

Contoh formulir.php

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>

<form action="upload.php" method="post" enctype="multipart/form-data">
    Pilih gambar yang diupload:
    <input type="file" name="fileDiUpload" id="fileToUpload"><br>
    <input type="submit" value="Upload" name="submit">
</form>

</body>
</html>

Bila kita perhatikan pada kode formulir diatas, formulir upload memiliki perbedaan dengan formulir yang biasa (tanpa mengirim file). Pada form upload kita perlu menggunakan methode post, disamping itu ada tambahan atribut enctype="multipart/form-data". Tanpa kedua syarat diatas, maka proses upload akan menemui kegagalan. Sedangkan untuk kolom file yang akan dikirim, tipe input adalah file.
Berlatih Membuat Program PHP bagian 7 - File Upload

File upload.php

<?php
echo "Nama file Upload: ".$_FILES["fileDiUpload"]["name"]."</br>";
echo "Type file Upload: ".$_FILES["fileDiUpload"]["type"]."</br>";
echo "Ukuran file Upload: ".($_FILES["fileDiUpload"]["size"]/1024)."Kb</br>";
echo "Dikirim dengan Nama: ".$_FILES["fileDiUpload"]["tmp_name"]."</br>";
?>

Pada file yang menerima hasil kiriman dari formulir, pengiriman dengan input file dikirim melalui variabel globar berupa array $_FILES. Dengan menggunakan variabel global $_FILES kita dapat mengirim (upload) file dari client ke server menggunakan form. Pada $_FILES terdapat array yang otomatis terkirim, isinya antara lain:
  • $_FILES["fileDiUpload"]["name"] : Nama file yang diupload
  • $_FILES["fileDiUpload"]["type"] : Type file yang diupload
  • $_FILES["fileDiUpload"]["size"] : Ukuran dalam byte yang diupload
  • $_FILES["fileDiUpload"]["tmp-name"] : Nama duplikat atau copy sementara yang kirim
  • $_FILES["fileDiUpload"]["error"] : Kode eror file yang diupload


Catatan:
Proses upload ini perlu diberikan perhatian lebih. Proses upload merupakan salah satu hal yang membahayakan program, Sebab seringkali proses upload ini digunakan sebagai jalan orang tidak bertanggung jawab untuk mengirim file yang berisi kode jahat. Sehingga agar lebih aman perlu manajemen hak user tertentusaja yang boleh melakukan upload.  Tidak sembarang orang boleh melakukan upload.

Agar proses upload lebih sesuai dengan kebutuhan maka kita dapat melakukan penyesuaian. Misalkan kita memberlakukan batasan jenis file yang akan diupload, batasan ukuran dan kita juga bisa memberikan nama sendiri file yang diupload secara otomatis. Sehingga hasil kode programnya seperti berikut:

File upload.php dengan tambahan batasan-batasan yang bisa disesuaikan

<?php
$target_dir = "uploads/";
$target_file = $target_dir . basename($_FILES["fileToUpload"]["name"]);
$uploadOk = 1;
$imageFileType = strtolower(pathinfo($target_file,PATHINFO_EXTENSION));
// Check if image file is a actual image or fake image
if(isset($_POST["submit"])) {
    $check = getimagesize($_FILES["fileToUpload"]["tmp_name"]);
    if($check !== false) {
        echo "File is an image - " . $check["mime"] . ".";
        $uploadOk = 1;
    } else {
        echo "File is not an image.";
        $uploadOk = 0;
    }
}
// Check if file already exists
if (file_exists($target_file)) {
    echo "Sorry, file already exists.";
    $uploadOk = 0;
}
// Check file size
if ($_FILES["fileToUpload"]["size"] > 500000) {
    echo "Sorry, your file is too large.";
    $uploadOk = 0;
}
// Allow certain file formats
if($imageFileType != "jpg" && $imageFileType != "png" && $imageFileType != "jpeg"
&& $imageFileType != "gif" ) {
    echo "Sorry, only JPG, JPEG, PNG & GIF files are allowed.";
    $uploadOk = 0;
}
// Check if $uploadOk is set to 0 by an error
if ($uploadOk == 0) {
    echo "Sorry, your file was not uploaded.";
// if everything is ok, try to upload file
} else {
    if (move_uploaded_file($_FILES["fileToUpload"]["tmp_name"], $target_file)) {
        echo "The file ". basename( $_FILES["fileToUpload"]["name"]). " has been uploaded.";
    } else {
        echo "Sorry, there was an error uploading your file.";
    }
}
?>

Berlatih Membuat Program PHP bagian 6 - Include dan Require

Include dan Require

Programmer PHP tentunya menulis kode program didalam suatu file berekstensi (.php). Bila program masih sederhana dan simple tidak ada salahnya menulis kode program hanya dalam satu file saja. Namun, apabila program sudah mulai kompleks dengan banyak blok kode program maka akan lebih baik bila masing-masing blok yang memiliki tujuan khusus disimpan di file yang berbeda. 

Mengapa Menggunakan Include atau Require

Saking kompleksnya program tidak jarang apabila seorang programer handal membagi programnya kedalam beberapa modul, yang dibagi dalam folder dan beberapa file. Dengan membagi kode kedalam bagian kecil maka proses pemeliharaan (maintenance) kode menjadi lebih mudah sebab satu bagian tidak langsung mempengaruhi bagian yang lain. Dengan cara demikian juga akan memudahkan apabila proses membangun aplikasi dikerjakan bersama dengan programer lain sehingga menjadi Tim pengembangan.

Setelah bagian program sudah dikelompokkan dan dibagi menjadi beberapa modul dan file, maka untuk memanggil modul bisa memanfaatkan perintah include atau require. Perintah include dan require di pemrograman PHP berfungsi untuk mengambil seluruh text atau kode suatu file kemudian menyisipkannya kedalam file pemanggil. Fungsi include ini sangat berguna ketika programmer sudah membagi program kedalam beberapa bagian yang diletakkan kedalam beberapa file. Kemudian bagian atau file tersebut baru dipanggil ketika dibutuhkan saja. File yang dapat di include atau di require antara lain file yang berekstensi HTML, Text dan tentu saja PHP juga.

Cara Menggunakan Include dan Require

Memanggil perintah include atau require cukup sederhana yaitu dengan memanggil nama file yang dipanggil didalam kurung setelahnya. 
Contoh:
<?php
include("sisipan1.php");
require("sisipan2.php");
?>
Untuk memanfaatkan include atau require maka anda membutuhkan file yang berjumlah lebih dari satu. Sebuah file berfungsi sebagai pemanggil dan file yang lain sebagai yang dipanggil. Pada struktur program yang lebih kompleks contohnya Framework, CMS ataupun program php yang lain lebih disarankan untuk menggunakan require daripada include. Dengan alasan untuk menjaga keamanan sistem apabila ada file yang mungkin hilang atau tidak sesuai.

Contoh:
File pemanggil.php
<html>
<body>

<h1>Selamat Datang!</h1>
<p>Anda berada di file pemanggil.</p>
<p>Sedangkan dibawah ini adalah kode dari file yang dipanggil.</p>
<?php include('dipanggil.php');?>

</body>
</html>

File dipanggil.php
<?php
echo "<p>Copyright &copy; 2000-" . date("Y") . " inwahyu.com</p>";
?>

Berlatih Membuat Program PHP bagian 6

Perbedaan include() dan require()

Pada dasarnya fungsi include() dan require() memiliki kemampuan yang sama. Perbedaannya adalah pada cara menangani kesalahan. Pada fungsi include(), jika file yang disisipkan ternyata tidak ditemukan (karena file tidak ada atau memang lokasi yang salah) maka program atau perintah PHP selanjutnya (setelah include) akan tetap dijalankan walaupun menampilkan error.

Berbeda dengan require() jika file yang disisipkan tidak ditemukan (karena lokasi yang salah atau memang file tidak ada) maka program atau perintah PHP selanjutnya (setelah require) tidak akan dijalankan dan menampilkan fatal eror.

Itulah tadi cara menyisipkan file menggunakan include dan require. Demikian tulisan kali ini, Semoga keterangan diatas bermanfaat untuk anda.

Berlatih Membuat Program PHP bagian 5 - Form dan Input

Formulir dan Masukan (Input)

Sebuah program tentu ada yang kurang apabila tidak dapat berinteraksi dengan pengguna. Salah satu cara untuk berinteraksi adalah melalui input jadi program bukan hanya menghasilkan output saja. Sebelum input diproses, input ditampung terlebih dahulu di suatu formulir. Kemudian setelah data yang diperlukan diisikan, formulir dapat mengirim data (submit) yang sudah diinput ke pemrosesbisa melakukan dengan dua macam cara (metode). 

Metode yang bisa digunakan antara lain yaitu POST dan satu lagi GET. Metode ini akan menghasilkan variabel superglobal masing-masing $_POST dan $_GET. Tidak dapat saling tertukar.

Contoh 1:

file formulir_get.php dengan kode program berikut:

<html>
<body>
<h1>Formulir GET</h1>
<form action="pemroses_get.php" method="get">
Nama: <input type="text" name="nama"><br>
E-mail: <input type="text" name="email"><br>
<input type="submit" value ="Proses">
</form>
</body>
</html>
Berlatih Membuat Program PHP bagian 5

File pemroses_get.php

<html>
<body>
Hai <?php echo $_GET["name"]; ?><br>
Email anda : <?php echo $_GET["email"]; ?>
</body>
</html>


Contoh 2:

file formulir_post.php dengan kode program berikut:

<html>
<body>
<h1>Formulir POST</h1>
<form action="pemroses_post.php" method="post">
Nama: <input type="text" name="nama"><br>
E-mail: <input type="text" name="email"><br>
<input type="submit" value ="Proses">
</form>
</body>
</html>

File pemroses_post.php

<html>
<body>
Hai <?php echo $_POST["name"]; ?><br>
Email anda : <?php echo $_POST["email"]; ?>
</body>
</html>

GET vs POST

Meskipun sama-sama dapat dimanfaatkan untuk mengirim data (metode) dan menampung data (variabel), Tetapi get dan post adalah hal yang berbeda. Masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. 

Karakteristik GET

GET mengirim data melalui URL sehingga data bisa terlihat dari address bar browser dalam jumlah terbatas. Karena data bisa terlihat maka cara ini sering dianggap kurang aman untuk mengirim data sensitif seperti pasword ataupun hak akses. Jumlah pengiriman data melalui GET yang dibatasi hanya sampai 2000 karakter ini agar proses dapat berlangsung dengan cepat.

Karakteristik POST

POST mengirim data tanpa terlihat melalui url sehingga dianggap lebih aman untuk mengirim data sensitif. Selain itu pengiriman data melalui metode POST tidak dibatasi dengan jumlah karakter sehingga selain mampu mengirim data berukuran besar bisa juga dimanfaatkan mengirim file.

Variabel Global REQUEST

Seperti yang sudah disinggung pada keterangan diatas. Pada dasarnya metode pengiriman get data dikirim dalam variabel global $_GET berupa array. Begitu pula dengan post pengiriman data dikirim dalam variabel global $_POST berupa array. Masing-masing cara diatas tidak dapat saling tertukar. Namun ada variabel global khusus yang bisa mengakses kedua jenis metode tersebut yaitu REQUEST. 

Contoh 3:

Form bisa menggunakan metode get atau post seperti contoh diatas, tetapi variabel bisa diakses melalui request:

file formulir_post.php dengan kode program berikut:

<html>
<body>
<h1>Formulir POST</h1>
<form action="pemroses_request.php" method="post">
Nama: <input type="text" name="nama"><br>
E-mail: <input type="text" name="email"><br>
<input type="submit" value ="Proses">
</form>
</body>
</html>

File pemroses_request.php

<html>
<body>
Hai <?php echo $_REQUEST["name"]; ?><br>
Email anda : <?php echo $_REQUEST["email"]; ?>
</body>
</html>

Selamat belajar, Semoga bermanfaat.

Berlatih Membuat Program PHP Bagian 4 - Fungsi

Fungsi atau Function

Fungsi adalah blok program yang dapat dipanggil dan dioperasikan saat dibutuhkan. PHP memiliki banyak fungsi bawaan (native function) yang bisa dipanggil untuk tujuan tertentu. Setiap update versi PHP biasanya akan ada fungsi yang baru. Fungsi bisa memiliki keluaran atau output yang dapat di pergunakan lagi. Selain dapat menggunakan fungsi bawaan PHP kita juga bisa membuat function sendiri (custom).

Contoh 1:
<html>
<body>
<?php
// fungsi penanggalan bawaan PHP

echo "Hari ini tanggal ".date("j F Y");
?>
</body>
</html>
function di PHP

Contoh 2:
<html>
<body>
<?php
// blok fungsi
function salam(){
echo "selamat datang";
}

//cara memanggil
salam();
?>
</body>
</html>

Contoh 3:
<html>
<body>
<?php
// fungsi dengan masukan
function salam($nama){
echo "selamat datang ".$nama;
}
salam("Ratna");
?>
</body>
</html>

Contoh 4:
<html>
<body>
<?php
// fungsi dengan keluaran
function tambah(int a, int b){
return a+b;
}
echo "hasil 5+8= ".tambah(5,8);
?>
</body>
</html>

Contoh 5 :
<html>
<body>
<?php
// fungsi dengan keluaran tipe data tertentu
function tambah(float a, float b):int{
return a+b;
}
echo "hasil 5.1+8.7= ".tambah(5.1,8.7);
?>
</body>
</html>