Cara Belajar JavaScript Paling Dasar

JavaScript merupakan bahasa script yang direkomendasikan untuk dipelajari karena mudah digunakan dan dapat dimanfaatkan untuk banyak hal. Kali ini saya ingin menulis tentang cara belajar JavaScript paling dasar dengan sangat mudah, anda tidak perlu menghafal apa-apa. Tidak perlu juga menginstall apa-apa cukup dengan membaca artikel ini anda sudah belajar JavaScript.

Javascript seringkali menjadi materi wajib bahasa pemrograman yang selalu dipelajari di bangku sekolah, Padahal (sst.. rahasia..) tidak perlu sekolah pun seseorang bisa menguasai JavaScript. Anda tentu ingat berita digambar ini.

cara belajar javascript paling dasar

JavaScript selalu saja dikonotasikan dibutuhkan hanya saat seseorang membuat website. Padahal saat ini JavaScript dapat digunakan untuk berbagai hal misalnya untuk membuat game, menangani server, membuat aplikasi mobile, aplikasi desktop, Internet Of Things (IoT) dan masih banyak lagi. Jadi tidak hanya untuk melulu membuat website atau animasi website saja, JavaScript dapat dimanfaatkan untuk banyak hal.

JavaScript dulunya bernama Mocha, merupakan bahasa yang awal pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich 1995 untuk browser bernama Netscape. Kemudian Mocha ditawarkan kepada publik untuk dikembangkan bersama-sama sebab JavaScript terbukti dapat berjalan optimal pada berbagai browser. Hingga setelah dikembangkan bersama berganti nama menjadi LiveScript lalu berubah lagi menjadi JavaScript seperti yang kita kenal saat ini.

Walaupun mirip namanya dengan Java tetapi JavaScript ini bukan turunan bahasa pemrograman Java loh. JavaScript termasuk dalam kelompok bahasa script yang dapat dijalankan tanpa harus dikompilasi dan memiliki standar untuk browser yang dikenal sebagai ECMAScript atau ES.

Syarat Belajar JavaScript

Untuk belajar JavaScript anda dapat menggunakan tool yang sudah ada pada setiap komputer. Bahkan baru saja anda menginstall sebuah sistem operasi baik itu Windows, Mac, ataupun Linux anda sudah bisa menulis kode JavaScript dan menjalankannya tanpa tambahan lagi. Jadi javascript memang sangat sangat fleksibel dan mudah. Anda cukup membutuhkan:

Browser

Hanya itu saja? Yup betul.

Bahkan anda bisa belajar banyak cukup menggunakan browser saja dengan memanfaatkan fasilitas console yang ada di setiap browser saat ini. Waw keren bukan?

Silahkan pilih salah satu browser, contoh: Google Chrome, Mozilla Firefox, Microsoft Edge, Opera dll

cara belajar javascript paling dasar


Untuk menampilkan console misalnya pada browser Google Chrome anda tinggal menekan tombol f12 pada keyboard. Langkahnya sangat simple yaitu:

  1. Silahkan buka aplikasi Google Chrome
  2. Setelah tampil tekan tombol f12 di keyboard laptop anda maka anda sudah dapat melihat tampilan console.

Atau bisa juga dengan cara:

  1. Buka aplikasi Google Chrome kemudian 
  2. Klik kanan lalu > inspect element > pilih console

Setelah console tampil anda sudah dapat melakukan uji coba sederhana misalkan dengan melakukan operasi tambah, seperti berikut.

Contoh:

ketik 

1+1

Tekan enter maka akan ditampilkan hasilnya dibawahnya 

2

Tentu saja Anda bisa mencoba angka yang lain atau bisa juga operasi lain (+, -, /, *). Bagaimana mudah sekali bukan?

cara belajar javascript paling dasar


Untuk menampilkan pesan anda juga bisa melakukannya dengan sangat sederhana seperti berikut.

contoh:

ketik

alert("saya suka JavaScript");

tekan tombol enter

Maka anda akan menemukan sebuah pesan dengan tulisan yang sama dengan isi didalam tanda petik diatas. Jadi bila ingin mengubah isi pesan yang tampil silahkan ubah tulisan dalam tanda petik.

cara belajar javascript paling dasar


Yang Perlu di Latih dalam Belajar JavaScript

JavaScript merupakan bahasa pemrograman script yang memiliki kelengkapan seperti bahasa pemrograman lainnya. Sehingga anda bisa memanfaatkan:

  • konstanta
  • variabel
  • array
  • object
  • operator
  • operasi percabangan
  • operasi perulangan
  • dan lain sebagainya pada JavaScript.

Semakin anda mahir dalam memanfaatkan fitur-fitur tersebut, anda dapat memanfaatkan JavaScript untuk berbagai aplikasi ataupun produk software yang bisa anda buat sendiri. 

Bahkan anda dapat memanfaatkan  library JavaScript yang sudah disiapkan oleh programmer lain secara gratis baik secara embed ataupun external. 

Keren bukan?

Jadi anda tidak harus mengetik kode sendiri atau membuat semuanya dari nol, anda dapat memanfaatkan library, framework dan bahkan dapat bekerja sama dengan programmer lain untuk membuat produk-produk yang bisa tawarkan untuk orang lain. Misalnya library untuk mengakses map atau peta online, library untuk membuat animasi, library untuk membuat game, Library untuk data mining, Library untuk memanfaatkan sosial media (fb,twitter, google) dan masih banyak lagi.

Tidak hanya sampai disitu saja, Javascript juga menyumbangkan notasi yang saat ini banyak digunakan bahasa pemrograman lain untuk bertukar data. Notasi yang dikenal sebagai JSON (JavaScript Object Notation) saat ini memungkinkan untuk komunikasi antar perangkat, antar sistem, antara server. Bahkan anda tentu tahu kalau perangkat Android atau iOS anda saat ini sedang melakukan proses sinkronisasi data juga menggunakan JSON.

Kesimpulan

JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang sederhana dan mudah untuk dipelajari. JavaScript juga memiliki fitur dan penggunaan yang dimiliki bahasa pemrograman lainnya. Meskipun mudah tetapi JavaScript memiliki kecanggihan yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Untuk belajar JavaScript paling dasar anda tidak perlu menghafal, tidak perlu susah. Cukup dengan mengenal dulu apa itu JavaScript.

Semakin anda memahami JavaScript, anda dapat memanfaatkan berbagai tool, library, framework, bahkan device. Sehingga produk anda dapat digunakan dengan baik pada banyak media.

Banyak sekali kemampuan JavaScript yang tidak mungkin dapat dijelaskan hanya dengan sebuah artikel ini saja. Masih banyak hal yang bisa anda temukan dan bisa anda kembangkan sesuai kebutuhan dan cita-cita anda dengan memanfaatkan JavaScript. 

Cara Membuat Aplikasi Game Sendiri

Memiliki game buatan sendiri merupakan cita-cita banyak orang. Sayangnya cita-cita ini seringkali tidak segera diwujudkan dengan berbagai alasan. Membuat game adalah sebuah proses yang seru dengan melalui berbagai tahapan. Setelah game berhasil dibuat, mendapat penghasilan dari menjual game buatan sendiri tentu sangat menyenangkan.

Sekarang ini banyak sekali game yang bisa kita temui di berbagai sistem operasi dan platform yang berbeda-beda. Setiap game dibuat dengan cara yang berbeda-beda tetapi memiliki kesamaan dalam konsep membangunnya. Setiap game adalah hasil dari perwujudan imaginasi dan kreativitas individu atau tim yang membuatnya.

cara membuat game sendiri


Membuat Game Sendiri

Dasar dari game adalah urutan perintah logika suatu bahasa pemrograman. Kemudian disusun dengan melibatkan file gambar dan suara.  Semakin anda mahir dalam mengolah ketiga hal dasar tersebut maka anda semakin bebas dalam menuangkan ide kreatif anda. Tidak jarang game juga ditambah hasil perpaduan olahan gambar dan suara seperti misalnya animasi dan video.

Jadi dari mana saya harus mulai?

Game yang bagus adalah game yang berhasil dibuat dan bisa diterima banyak orang sesuai dengan keinginan sang pembuatnya. Setidaknya anda perlu mengetahui beberapa tahapan dalam membuat game. 

Cara Membuat Game:

a. Riset dan Konsep

b. Membuat Dokumen Desain

c. Memilih dan menentukan Software

d. Menulis Kode Pemrograman

e. Tes Game

f. Mulai Memasarkan


Mari kita bahas satu-persatu tahapan diatas

a. Riset dan Konsep

Tahap ini bisa menjadi titik awal game anda nantinya akan dimainkan orang lain atau anda nikmati sendiri. Langkah pertama ini adalah merenungkan tipe game apa yang tidak hanya anda inginkan sendiri tapi juga diinginkan orang. Sebaiknya keinginan anda ditunjang dengan data agar selain anda semangat membuatnya, anda juga sudah bisa mengukur siapa saja, berapa banyak yang akan menggunakan, pilihan warna yang disukai calon pengguna game anda, bagaimana cara memasarkannya dan lain sebagainya.

Menentukan Tujuan Game di awal akan sangat membantu pada proses berikutnya. Ada banyak contoh game saat ini yang sukses membuat banyak orang memainkannya. Tapi dipihak lain banyak juga game yang tidak menarik dimainkan bahkan tidak disukai oleh pembuatnya sendiri. Tentu saja hal ini menjadi hal yang sering terjadi bila kita tidak memiliki tujuan awal yang jelas. 

Setiap game yang bagus tentu memiliki tujuan dasar seperti menghibur, mengedukasi, menantang, membuat penasaran dan lain sebagainya. Tetapi anda perlu menentukan dulu apa yang anda inginkan bila orang lain memainkan game anda. 

Misalkan game anda bertujuan untuk menghibur orang yang tidak punya banyak waktu, seperti saat menunggu antrian di kedai kopi. Dengan tujuan tersebut maka anda harus membuat game yang sederhana dengan mudah dimainkan dan selesai dalam sesi atau level yang tidak banyak memakan waktu lama.

Setiap game yang dibuat sesuai dengan tujuan yang tepat, dan diberikan kepada pengguna yang tepat maka bisa menjadi hebat. Sebaiknya anda menentukan tujuan pembuatan game sesuai dengan kapasitas anda, sehingga anda tidak merasa terbebani dengan tujuan yang anda buat sendiri sehingga anda dapat mencapainya dengan senang. Dengan tujuan yang jelas maka anda dapat melangkah ke tahap selanjutnya dengan lebih mudah. 


Pahami Kosep Koding vs Mendesain

Setiap membuat game, anda perlu membedakan antara membuat dan mendesain. Untuk menghasilkan sebuah game anda perlu memiliki tiga komponen yang telah dijelaskan diatas seperti urutan logika pemrograman, gambar dan suara. Diawal pembuatan game anda bisa mengurangi tiga bagian ini menjadi dua saja yakni pemrograman dan gambar. Setelah game dapat berjalan sesuai tujuan anda bisa menambahkan suara dibagian selanjutnya.

Bila anda ingin membuat game sendiri, maka anda perlu memahami bagaimana tampilan game anda sesuai konsep atau rencana tujuan anda. Tidak hanya itu, agar setiap item yang tampil bisa menarik dalam game anda, maka anda harus mendesainnya. Bila anda bekerja secara tim, maka anda mungkin bisa membagi peran ini dengan mudah. Desainer game bertugas membuat berbagai tampilan sehingga bisa menghabiskan banyak waktu untuk membuat berbagai karakter dan detail game dalam tampilan terbaik.

Selain tampilan maka anda juga harus memastikan game anda dapat berjalan dan berlaku sesuai konsep tujuan yang telah anda tetapkan. Dalam hal ini yang saya maksud anda akan memastikan kode program yang anda buat bisa berjalan sesuai tujuan. Dengan mengetahui desain sebelum koding, maka akan banyak membantu bagaimana jadinya proses game anda secara bertahap.

Berita baiknya, banyak game yang telah dibuat saat ini prosesnya bisa beriringan antara desain dan proses kodingnya. Sehingga anda bisa mengambil dua peran sekaligus tentunya untuk game yang sederhana.

Membuat game impian pribadi tentunya menantang dan seru. Anda mungkin mulai berpikir untuk tidak merealisasikannya setelah mengetahui urutan langkahnya, Sebaiknya jangan berhenti teruslah berjuang. Anda juga bisa mengambil langkah untuk menyerahkannya kepada ahli atau orang lain. Bila membuat game adalah keinginan anda sebaiknya teruslah berusaha agar game impian anda berhasil diwujudkan. 


b.  Membuat Dokumen Desain 

Setelah anda memiliki konsep dan gambaran tujuan bagaimana game anda akan anda buat maka hal yang akan membantu anda dalam proses selanjutnya adalah membuat dokumen desain. Dokumen desain bagi sebagian orang merupakan pekerjaan yang membosankan, bahkan banyak orang yang menyepelekan dan melewati proses ini. Padahal proses ini akan banyak membantu anda.

Pada proses ini anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Keterampilan anda, anda tentunya mengetahui sejauh mana kemampuan koding desain atau mengolah suara. Anda perlu mengukur apakah anda bisa melakukan semuanya atau memerlukan bantuan orang lain.

2. Bahasa pemrograman yang akan anda gunakan. Pada proses penentuan ini akan mempengaruhi cara kerja anda dalam menghasilkan game yang anda inginkan. Hasilnya ditangan pengguna nantinya mungkin tidak akan banyak berbeda bila anda menggunakan bahasa pemrograman lain. Tetapi cara kerja anda akan berbeda bila menggunakan bahasa yang berbeda pula.

3. Menentukan Tampilan serta fitur game. Pada proses ini sebaiknya anda memikirkan bagaimana game anda menarik bagi pengguna tapi juga menarik bagi anda. Menarik bagi anda yang saya maksud bukan hanya dari tampilannya saja, tapi juga memberikan keuntungan untuk anda.

4. Menentukan strategi untuk terus digunakan orang. Tentunya anda tidak ingin pengguna anda berhenti menikmati game anda. Oleh sebab itu game harus terus diperbarui dan ditambah sesuatu yang menarik pengguna game anda untuk terus memainkannya.

Dengan membuat dokumen desain dari game secara jelas dan detil maka anda akan mudah menggunakannya dalam menyusun game setahap demi setahap hingga selesai. Tentu saja dokumen desain ini bisa ditambah atau dikurangi sesuai dengan kebutuhan. 


c. Memilih dan menentukan Software

Sebelum mulai menyusun dan membuat item dalam game anda, anda perlu memilih dan menentukan software apa yang akan membantu anda. Untuk memudahkan anda dalam menentukan software yang akan anda gunakan, anda bisa menimbang dari platform apa yang akan digunakan pengguna anda untuk memainkan game anda. Beberapa game bisa ditemukan hanya untuk platform tertentu saja, tetapi ada juga yang ditemukan di banyak platform. 

Beberapa game yang dipasarkan di IOS juga tersedia versi androidnya, tentunya hal ini diwujudkan dengan bantuan software tertentu untuk memudahkan proses kompilasinya. Anda bisa saja membuat game anda hanya untuk platform spesifik sesuai target pengguna yang anda tuju, atau banyak pengguna dengan segmen tertentu.

Dalam memilih software anda tentu juga tidak bisa lepas dari kebutuhan mendesain tampilan item, apakah cukup 2D atau harus tampil 3D. Semakin canggih software dapat mewujudkan keinginan anda biasanya juga diikuti dengan harga yang perlu pertimbangkan. Tidak ketinggalan juga selain itu anda juga perlu memperimbangkan bahwa dalam menentukan software, juga pasti akan membutuhkan perangkat berkualitas yang mampu menjalankan software tersebut. Umumnya kebutuhan Jenis Prosessor, RAM, Kartu Grafis dan tempat penyimpanan adalah hal umum yang dibutuhkan suatu software agar dapat berjalan sempurna.


d. Mulai Urusan Koding

Sebuah Game disusun dari beberapa baris hingga jutaan kode bahasa pemrograman. Jadi bila anda benar-benar ingin membuat game anda sesuai dengan kreatifitas anda, dianjurkan untuk mempelajari setidaknya salah satu bahasa pemrograman. Tapi anda jangan alergi dulu, Sebenarnya anda bisa membuat game tanpa harus mengetahui bahasa pemrograman apapun. Konsekuensinya bila anda tidak ingin belajar bahasa pemrograman maka anda perlu bantuan orang lain atau menggunakan software pembuat game yang dapat mewujudkan alur logika yang ingin anda buat. Anda tentu sudah mempertimbangkan di langkah sebelumnya mengenai hal ini.

Banyak game untuk perangkat seluler yang saat ini tidak perlu membutuhkan bantuan software tertentu. Anda bisa membuatnya sendiri dengan menggunakan Javascript, CSS dan HTML. Kemudian setelah itu anda perlu membungkusnya dengan paket khusus misalnya seperti Cordova ataupun PhoneGap. Setelah itu anda tinggal melakukan build agar menjadi aplikasi Android, Windows ataupun iOS.


Bahasa pemrograman apa yang harus saya kuasai untuk membuat game?

Bila anda ingin membuat game pada platform tertentu maka anda perlu mempelajari bahasa yang sesuai untuk platform tersebut. Setidaknya anda memerlukan untuk menguasai satu bahasa pemrograman saja, selanjutnya anda bisa menambahkannya bahasa yang lain bila dibutuhkan. Ada beberapa bahasa pemrograman yang sering digunakan pembuat game diantaranya sebagai berikut:

Javascript

Javascript merupakan salah satu bahasa yang dianggap mudah dikuasai bahkan pemula sekalipun. Dengan berbekal Javascript anda bisa membuat game sederhana untuk smartphone. Saat ini ada jutaan orang yang juga sudah menguasai javascript, maka itu artinya sebenarnya mereka sudah memiliki bekal untuk membuat game mereka sendiri.

Untuk menguasai Javascript anda bisa belajar secara online sendiri dengan banyak sumber gratis di internet. Tetapi bila anda ingin proses anda lebih cepat dan terukur, maka anda sebaiknya mengambil Kursus JavaScript. Sehingga bila anda sudah menguasai Javascript kemudian membuat game anda sendiri hingga puas, anda bisa membantu orang lain yang kesulitan dengan JavaScript dengan harga yang tidak sedikit.

Java

Walaupun namanya hampir sama dengan pemrograman sebelumnya, tetapi sebenarnya keduanya benar-benar berbeda. Java adala h bahasa pemrograman yang paling populer untuk membuat game Android. Aplikasi resmi dari google untuk membuat android juga memilih java sebagai bahasa pemrograman. Dengan bahasa ini game android yang anda buat bisa digunakan dengan sangat ringan, cepat dan mudah untuk dipersonalisasi

Bila anda fokus untuk membuat game Android, maka anda harus tahu bagaimana cara koding menggunakan Java. Untuk mempelajari Java anda bisa mempelajari secara otodidak tetapi butuh waktu yang tidak sedikit bagi pemula. Untuk itu bila anda pemula disarankan mengambil kursus sebelum menemukan hal rumit yang menyurutkan semangat anda.

Swift

Bahasa Swift merupakan bahasa yang mempermudah dalam pembuatan aplikasi dan game iOS. Bila anda memiliki perangkat Mac dan ingin membuat game iOS maka bahasa ini sangat direkomendasikan untuk anda. Bahasa ini juga sudah menjadi favorit programmer untuk membuat game pertama kali.

Untuk menyingkat waktu belajar anda sebaiknya mengambil kursus pemrograman bahasa Swift. Bila anda masih memiliki banyak waktu anda bisa mempelajari Swift dari berbagai tutorial online di internet.

Bahasa C

Bahasa C, C# dan C++ adalah bahasa yang diperuntukkan untuk pemrogaman game console yang rumit. Bahasa ini juga tidak direkomendasikan untuk pemula karena sangat kompleks dan sulit dipelajari. Bila anda serius untuk membuat game sebagai karier anda boleh mempelajarinya dengan mengikuti kursus yang tersedia secara online.

Beberapa Software pembuat game ada yang menggunakan C# sebagai basic pemrogramannya. Salah satu software tersebut adalah Unity. Hasil game dari software yang menggunakan C sebagai pemrogramannya dapat berjalan dengan sangat cepat dan efisien diberbagai spesifikasi hardware.


e. Test Game

Setelah anda berhasil membuat game maka anda harus mencobanya sebelum anda pasarkan. Mencoba game bertujuan untuk mengetahui kelemahan dan hal yang tidak berjalan sesuai harapan. Kemudian setelah mengetahuinya anda harus memperbaikinya semaksimal mungkin. Proses ini jauh lebih baik dari pada anda menerima komentar buruk dari pengguna game anda. Sebab komentar buruk dapat menurunkan keinginan calon pengguna anda yang lain untuk mencobanya.


f. Mulai Memasarkan

Setelah melalui test yang ketat, Game yang telah anda buat saatnya dipasarkan. Anda dapat mulai memasarkan game anda sebelum saat rilis ataupun bersamaan dengan saat rilis. 

Hal yang direkomendasikan adalah bila anda memasarkan game anda sebelum saat rilis. Sebab ketika rilis anda sudah bisa langsung mendapatkan keuntungan, berbeda dengan bila anda baru memasarkan bersamaan saat rilis ataupun setelah rilis. 

Saat game di-rilis anda harus benar-benar memastikan bahwa game tersebut bebas kesalahan (bug). Sebab game yang bagus dan disukai pengguna akan dapat memasarkan dirinya sendiri tanpa perlu membuat anda susah payah memasarkannya.


Kesimpulan

Membuat game sendiri merupakan tantangan dan capaian yang luar biasa bila anda berhasil melaluinya. Jika anda tertarik belajar koding maka membuat game sendiri adalah tantangan yang sangat menarik untuk anda selesaikan. Dengan kesuksesan anda membuat game anda sendiri, tanpa terasa kemampuan koding anda juga akan terasah.

Sebelum anda memutuskan untuk membuat game, anda perlu mengasah kemampuan anda dalam menggunakan berbagai software. Baik software desain gambar 2D, 3D ataupun software pembuatan game seperti Unity, CryEngine dan lain sebagainya yang telah anda pilih di tahap dokumen desain. Kemudian jika anda menyadari memiliki keterbatasan maka anda juga bisa mengajak orang yang bisa anda andalkan untuk membantu anda.

Mulailah dari game yang bisa anda realisasikan, kemudian setelah berhasil anda bisa mengembangkannya atau membuat game lainnya yang lebih rumit dan kompleks. Jangan terlalu memaksakan diri sehingga malah membuat banyak waktu anda terbuang. Mengambil kursus setiap bagian yang belum anda kuasai sangat direkomendasikan untuk menyingkat waktu.


Berlatih Membuat Program PHP Bagian 10 - PHP CRUD

PHP CRUD 


Pada koding PHP yang berhubungan dengan database, ada istilah yang saat ini sering digunakan yaitu CRUD (Create, Read, Update dan Delete). Istilah ini mulai marak digunakan sejak banyaknya programmer yang menggunakan Framework. Proses yang dimaksud pada umumnya adalah create/insert atau membuat dan menambah data, read/select atau membaca data, update atau mengubah data dan terakhir adalah delete atau menghapus data.

Setiap kali proses yang berhubungan dengan database atau CRUD, harus melibatkan koneksi database. Maka untuk memudahkan penulisan koneksi database sebaiknya ditulis di file tersendiri, kemudian dipanggil untuk disisipkan ke file pemroses data dengan perintah include.
PHP CRUD

PHP CREATE

Dalam perintah SQL untuk mengisi data pada database menggunakan perintah
insert into nama_tabel values (nilai1, nilai2, ... dst)
atau
insert into nama_tabel (namakolom1,namakolom2, ... dst) values (nilai1, nilai2, ... dst)
atau bisa juga
insert into nama_tabe set namakolom1=nilai1,namakolom2=nilai2

Contoh:
<?php
// contoh ini menggunakan koneksi dengan fungsi mysql (untuk PHP ver 5 kebawah)
include("koneksi.php");
mysql_select_db("nama_database");
mysql_query("insert into siswa values ("11.12.2019","joni suherman","17");
mysql_query("insert into siswa values ("11.12.2020","susi susilowati","17");
?>

PHP SELECT

Perintah SQL untuk menampilkan data dari database menggunakan perintah yang bisa bervariasi berikut adalah yang paling sederhana
Select * from nama_tabel

Contoh:
<?php
// contoh ini menggunakan koneksi dengan fungsi mysql (untuk PHP ver 5 kebawah)
include("koneksi.php");
mysql_select_db("nama_database");
$query = mysql_query("select * from siswa);
while($isi = mysql_fetch_array($query)){
echo "<p>NIS: $isi['nis'] <br> NAMA: $isi['nama'] <br> USIA: $isi['usia']</p>";
}
?>

PHP UPDATE

Perintah SQL untuk mengubah data di Mysql seperti berikut
Update nama_tabel set namakolom1=nilai1,namakolom2=nilai2 where id = 'xx.." // id pada umumnya adalah primary key
Contoh:
<?php
// contoh ini menggunakan koneksi dengan fungsi mysql (untuk PHP ver 5 kebawah)
include("koneksi.php");
mysql_select_db("nama_database");
mysql_query("Update siswa set nis="11.12.2021", nama="Rudi hartanto", usia="18" where nis="11.12.2019");
?>

PHP DELETE

Perintah SQL untuk menghapus data di Mysql seperti berikut
Delete from nama_tabel where id = 'xx.." // id pada umumnya adalah primary key
Contoh:
<?php
// contoh ini menggunakan koneksi dengan fungsi mysql (untuk PHP ver 5 kebawah)
include("koneksi.php");
mysql_select_db("nama_database");
mysql_query("Delete from siswa where nis="11.12.2019");
?>

Walaupun dalam tutorial dasar ini tidak menggunakan Framework, tetapi perlu diketahui apa itu framework. Banyak programmer yang dalam perkembangannya kemudian menggunakan framework dalam setiap mengembangkan projek perangkat lunak. Framework yaitu kerangka kerja yang berupa kode fungsi dan modul yang disediakan oleh organisasi tertentu (terkadang dari komunitas) baik berbayar ataupun gratis agar setiap projek program dapat terorganisir dan dimengerti oleh masing-masing anggota tim. Sehingga walaupun anggota tim sering berganti-ganti orang, Tetap saja projek mudah dimengerti dan bisa dilanjutkan oleh orang lain.

Berlatih Membuat Program PHP bagian 9 - PHP Mysql

Alasan menggunakan Database

Kita sudah berlatih menggunakan PHP untuk menyimpan data sementara saat aplikasi dijalankan yaitu dengan variable. Ketika program ditutup atau tidak digunakan maka variabel akan hilang. Oleh sebab itu, bila perlu menyimpan data atau informasi yang lebih permanen maka perlu tempat lain, misalkan di file ataupun di database.

Informasi atau data yang sudah disimpan, seringkali perlu di tambah, diubah, dihapus dan dicari untuk ditampilkan dalam urutan tertentu. Untuk mempermudah proses tersebut maka disarankan menggunakan penyimpanan database. Saat ini PHP bisa dihubungkan kedalam berbagai macam database. Baik yang bersifat relasional (RDBMS) ataupun bersifat object (OODBMS). 
Berlatih Membuat Program PHP bagian 9 - PHP Mysql

MySQL 

Salah satu database jenis RDBMS yang paling banyak digunakan bersama PHP adalah MySQL. Sebuah database bisa memiliki satu atau lebih tabel. Masing-masing tabel dapat dimanfaatkan untuk menyimpan data spesifik. Sehingga apabila dibutuhkan informasi yang bersifat kompleks, masing-masing tabel bisa dipanggil dan dihubungkan melalui perintah SQL.

Koneksi PHP

Setiap kali akan melakukan proses dengan database, maka PHP harus terhubung atau koneksi dahulu ke server database. Agar terhubung kita harus menggunakan salah satu dari tiga cara yang bisa dipilih. Masing-masing cara terhubung atau terkoneksi ini harus sesuai dengan setting PHP maupun setting pada server.

PHP memiliki tiga macam bentuk koneksi yang dapat dipilih berdasarkan versi PHP dan fiturnya:

  • koneksi dengan fungsi MySQL (untuk PHP5)
  • MySQLi
  • PDO

Contoh koneksi menggunakan fungsi MySQL (untuk PHP 5):
<?php
$servername = "localhost";
$username = "username";
$password = "password";

$koneksi = mysql_connect($servername, $username, $password);

if(!$koneksi){
die("koneksi gagal");
}else{
echo "koneksi berhasil";
}
?>

Contoh koneksi menggunakan MySQLi
<?php
$servername = "localhost";
$username = "username";
$password = "password";

$conn = new mysqli($servername, $username, $password);

if ($conn->connect_error) {
    die("Koneksi gagal: " . $conn->connect_error);
}
echo "koneksi berhasil";
?>

Contoh koneksi menggunakan PDO
<?php
$servername = "localhost";
$username = "username";
$password = "password";

try {
    $conn = new PDO("mysql:host=$servername;dbname=myDB", $username, $password);
    $conn->setAttribute(PDO::ATTR_ERRMODE, PDO::ERRMODE_EXCEPTION);
    echo "Connected successfully";
    }
catch(PDOException $e)
    {
    echo "Connection failed: " . $e->getMessage();
    }
?>

Database

Untuk membuat database anda bisa memanfaatkan aplikasi mysql editor seperti PHPmyAdmin, HeidiSQL, MysqlWorkbench dan lain sebagainya. Atau bisa juga menggunakan PHP dengan perintah berikut:
create database namadatabase

Contoh berikut ini menggunakan fungsi MySQL (untuk PHP versi 5 kebawah)
<?php
include("koneksi.php"); //memanggil koneksi
$buat = mysql_query("create database latihan1");
if($buat){
echo "Database berhasil dibuat";
}else{
echo "Gagal membuat database";
}
?>

Tabel

Setiap tabel harus memiliki nama dalam satu kata atau lebih yang memenuhi standar penamaan tabel database. Setiap tabel menampung data dalam tipe data tertentu. Contoh tabel Murid:

  • NIS - varchar(25)
  • Nama - varchar(25)
  • Nama_Ibu - varchar(25)
  • Nama_Ayah - varchar(25)
  • Usia - int(11)
  • Alamat - text

Perintah SQL

Agar PHP dapat memanggil isi data murid tersebut maka pertama-tama PHP harus terhubung dahulu dengan database. Setelah terhubung baru kemudian dapat memanggil perintah SQL untuk menampilkan data seperti diatas.

Untuk menampilkan data murid tersebut dapat menggunakan perintah khusus SQL yang dimengerti oleh MySQL:

select * from murid

Berlatih Membuat Program PHP bagian 8 - Cookies dan Session

Cookies

Agar program dapat mengenali pengguna program, maka diperlukan sesuatu yang bisa mengidentifikasi pengguna (user). Fitur yang bisa mengidentifikasi pengguna bernama cookie dan Session. Mari kita bahas satu persatu dimulai dari cookies. Setiap kali komputer membuka halaman dengan browser, maka bersamaan dengan proses itu juga mengirim cookie. Dengan PHP kita bisa membuat dan mengambil isi informasi cookie.

Cara Membuat Cookies dengan PHP

Anda bisa memanfaatkan fungsi setcookie(). Fungsi setcookie() ini akan berhubungan dengan header suatu halaman HTML sehingga penulisannya dianjurkan agar diletakkan di paling awal atau sebelum meload tampilan apapun misalkan sebelum tag <html>.

Contoh:
<?php  setcookie("user","Joko susilo", time()+3600);?>
<html>
<body>Selamat Datang</body>
</html>
Cookies dan Session
Ilustrasi Cookies tetapi bukan ini yang dimaksud :)

Membaca nilai Cookie

<?php
print $_COOKIE["user"];
?>

Menghapus nilai Cookie

untuk menghapus nilai cookie anda bisa melakukan set nilai cookie menjadi kosong "" dan waktu cookie agar expired;
<?php
setcokie("user","",time()-3600);
?>

Sessions

Session merupakan cara untuk menyimpan informasi yang bisa digunakan secara global tanpa bergantung pada halaman yang dibuka user. Sehingga informasi yang disimpan dapat digunakan pada seluruh halaman web bila diperlukan. Berbeda dengan cookie informasi didalam session tidak 
disimpan pada komputer user, tetapi berada di Server.

Informasi yang ditulis didalam session dapat ditambah, diubah ataupun dihapus, sesuai dengan kebutuhan. Pada umumnya informasi yang ditambahkan pada session dimulai sejak user berhasil login. Kemudian informasi tersebut dihapus ketika user sedang logout. Agar informasi dapat bertahan lama dan mudah pengolahannya maka sebaiknya informasi tersebut disimpan di dalam.

Cara membuat Session di PHP

Sama sepeti cookies, session juga sebaiknya ditulis dibagian paling atas dokumen.
<?php session_start();?>
<html><body></body></html>

Kode session diatas berfungsi untuk mendaftakan session sehingga kita bisa mulai menyimpan informasi kedalamnya.

Menyimpan Informasi ke Dalam Session

<?php session_start();
$_SESSION['salam'] = "Selamat Pagi";
?>
<html><body><?php echo "Salam: ".$_SESSION['salam'];?></body></html>

Cara menghapus session

Bila anda ingin menghapus session, anda dapat memanfaatkan fungsi unset atau fungsi session destroy(). Fungsi unset dapat dimanfaatkan untuk menghapus session per nama satu-persatu. Sedangkan fungsi destroy akan menghapus semua session yang pernah dibuat dalam server. 
Contoh:
<?php unset($_SESSION["salam"]);?>

atau bila ingin menghapus seluruh session;
<?php session_destroy();?>



Berlatih Membuat Program PHP bagian 7 - File Upload

Upload File


Seperti yang telah kita singgung sebelumnya pada bab 5, bahwa kita juga bisa mengirim file dengan metode post. Kali ini kita akan latihan membuat formulir yang dapat mengirim file kemudian dapat diterima server sehingga nantinya file dapat disimpan dan dipanggil lagi bila dibutuhkan. 

Yang kita perlukan adalah dua file yaitu formulir untuk mengirim, dan satu lagi file untuk memproses hasil kiriman dari formulir tersebut. Langsung saja berikut ini contoh formulirnya:

Contoh formulir.php

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>

<form action="upload.php" method="post" enctype="multipart/form-data">
    Pilih gambar yang diupload:
    <input type="file" name="fileDiUpload" id="fileToUpload"><br>
    <input type="submit" value="Upload" name="submit">
</form>

</body>
</html>

Bila kita perhatikan pada kode formulir diatas, formulir upload memiliki perbedaan dengan formulir yang biasa (tanpa mengirim file). Pada form upload kita perlu menggunakan methode post, disamping itu ada tambahan atribut enctype="multipart/form-data". Tanpa kedua syarat diatas, maka proses upload akan menemui kegagalan. Sedangkan untuk kolom file yang akan dikirim, tipe input adalah file.
Berlatih Membuat Program PHP bagian 7 - File Upload

File upload.php

<?php
echo "Nama file Upload: ".$_FILES["fileDiUpload"]["name"]."</br>";
echo "Type file Upload: ".$_FILES["fileDiUpload"]["type"]."</br>";
echo "Ukuran file Upload: ".($_FILES["fileDiUpload"]["size"]/1024)."Kb</br>";
echo "Dikirim dengan Nama: ".$_FILES["fileDiUpload"]["tmp_name"]."</br>";
?>

Pada file yang menerima hasil kiriman dari formulir, pengiriman dengan input file dikirim melalui variabel globar berupa array $_FILES. Dengan menggunakan variabel global $_FILES kita dapat mengirim (upload) file dari client ke server menggunakan form. Pada $_FILES terdapat array yang otomatis terkirim, isinya antara lain:
  • $_FILES["fileDiUpload"]["name"] : Nama file yang diupload
  • $_FILES["fileDiUpload"]["type"] : Type file yang diupload
  • $_FILES["fileDiUpload"]["size"] : Ukuran dalam byte yang diupload
  • $_FILES["fileDiUpload"]["tmp-name"] : Nama duplikat atau copy sementara yang kirim
  • $_FILES["fileDiUpload"]["error"] : Kode eror file yang diupload


Catatan:
Proses upload ini perlu diberikan perhatian lebih. Proses upload merupakan salah satu hal yang membahayakan program, Sebab seringkali proses upload ini digunakan sebagai jalan orang tidak bertanggung jawab untuk mengirim file yang berisi kode jahat. Sehingga agar lebih aman perlu manajemen hak user tertentusaja yang boleh melakukan upload.  Tidak sembarang orang boleh melakukan upload.

Agar proses upload lebih sesuai dengan kebutuhan maka kita dapat melakukan penyesuaian. Misalkan kita memberlakukan batasan jenis file yang akan diupload, batasan ukuran dan kita juga bisa memberikan nama sendiri file yang diupload secara otomatis. Sehingga hasil kode programnya seperti berikut:

File upload.php dengan tambahan batasan-batasan yang bisa disesuaikan

<?php
$target_dir = "uploads/";
$target_file = $target_dir . basename($_FILES["fileToUpload"]["name"]);
$uploadOk = 1;
$imageFileType = strtolower(pathinfo($target_file,PATHINFO_EXTENSION));
// Check if image file is a actual image or fake image
if(isset($_POST["submit"])) {
    $check = getimagesize($_FILES["fileToUpload"]["tmp_name"]);
    if($check !== false) {
        echo "File is an image - " . $check["mime"] . ".";
        $uploadOk = 1;
    } else {
        echo "File is not an image.";
        $uploadOk = 0;
    }
}
// Check if file already exists
if (file_exists($target_file)) {
    echo "Sorry, file already exists.";
    $uploadOk = 0;
}
// Check file size
if ($_FILES["fileToUpload"]["size"] > 500000) {
    echo "Sorry, your file is too large.";
    $uploadOk = 0;
}
// Allow certain file formats
if($imageFileType != "jpg" && $imageFileType != "png" && $imageFileType != "jpeg"
&& $imageFileType != "gif" ) {
    echo "Sorry, only JPG, JPEG, PNG & GIF files are allowed.";
    $uploadOk = 0;
}
// Check if $uploadOk is set to 0 by an error
if ($uploadOk == 0) {
    echo "Sorry, your file was not uploaded.";
// if everything is ok, try to upload file
} else {
    if (move_uploaded_file($_FILES["fileToUpload"]["tmp_name"], $target_file)) {
        echo "The file ". basename( $_FILES["fileToUpload"]["name"]). " has been uploaded.";
    } else {
        echo "Sorry, there was an error uploading your file.";
    }
}
?>

Berlatih Membuat Program PHP bagian 6 - Include dan Require

Include dan Require

Programmer PHP tentunya menulis kode program didalam suatu file berekstensi (.php). Bila program masih sederhana dan simple tidak ada salahnya menulis kode program hanya dalam satu file saja. Namun, apabila program sudah mulai kompleks dengan banyak blok kode program maka akan lebih baik bila masing-masing blok yang memiliki tujuan khusus disimpan di file yang berbeda. 

Mengapa Menggunakan Include atau Require

Saking kompleksnya program tidak jarang apabila seorang programer handal membagi programnya kedalam beberapa modul, yang dibagi dalam folder dan beberapa file. Dengan membagi kode kedalam bagian kecil maka proses pemeliharaan (maintenance) kode menjadi lebih mudah sebab satu bagian tidak langsung mempengaruhi bagian yang lain. Dengan cara demikian juga akan memudahkan apabila proses membangun aplikasi dikerjakan bersama dengan programer lain sehingga menjadi Tim pengembangan.

Setelah bagian program sudah dikelompokkan dan dibagi menjadi beberapa modul dan file, maka untuk memanggil modul bisa memanfaatkan perintah include atau require. Perintah include dan require di pemrograman PHP berfungsi untuk mengambil seluruh text atau kode suatu file kemudian menyisipkannya kedalam file pemanggil. Fungsi include ini sangat berguna ketika programmer sudah membagi program kedalam beberapa bagian yang diletakkan kedalam beberapa file. Kemudian bagian atau file tersebut baru dipanggil ketika dibutuhkan saja. File yang dapat di include atau di require antara lain file yang berekstensi HTML, Text dan tentu saja PHP juga.

Cara Menggunakan Include dan Require

Memanggil perintah include atau require cukup sederhana yaitu dengan memanggil nama file yang dipanggil didalam kurung setelahnya. 
Contoh:
<?php
include("sisipan1.php");
require("sisipan2.php");
?>
Untuk memanfaatkan include atau require maka anda membutuhkan file yang berjumlah lebih dari satu. Sebuah file berfungsi sebagai pemanggil dan file yang lain sebagai yang dipanggil. Pada struktur program yang lebih kompleks contohnya Framework, CMS ataupun program php yang lain lebih disarankan untuk menggunakan require daripada include. Dengan alasan untuk menjaga keamanan sistem apabila ada file yang mungkin hilang atau tidak sesuai.

Contoh:
File pemanggil.php
<html>
<body>

<h1>Selamat Datang!</h1>
<p>Anda berada di file pemanggil.</p>
<p>Sedangkan dibawah ini adalah kode dari file yang dipanggil.</p>
<?php include('dipanggil.php');?>

</body>
</html>

File dipanggil.php
<?php
echo "<p>Copyright &copy; 2000-" . date("Y") . " inwahyu.com</p>";
?>

Berlatih Membuat Program PHP bagian 6

Perbedaan include() dan require()

Pada dasarnya fungsi include() dan require() memiliki kemampuan yang sama. Perbedaannya adalah pada cara menangani kesalahan. Pada fungsi include(), jika file yang disisipkan ternyata tidak ditemukan (karena file tidak ada atau memang lokasi yang salah) maka program atau perintah PHP selanjutnya (setelah include) akan tetap dijalankan walaupun menampilkan error.

Berbeda dengan require() jika file yang disisipkan tidak ditemukan (karena lokasi yang salah atau memang file tidak ada) maka program atau perintah PHP selanjutnya (setelah require) tidak akan dijalankan dan menampilkan fatal eror.

Itulah tadi cara menyisipkan file menggunakan include dan require. Demikian tulisan kali ini, Semoga keterangan diatas bermanfaat untuk anda.