Belajar Dari Mahluk Tak Kasat Mata

Sinar matahari cerah keemasan semburat di langit biru menyambut kita di hari ini, Syukur kepada Tuhan semoga anggota keluarga semua sehat demikian juga pembaca blog ini. 

Disaat era informasi ini..

Setiap orang tentu boleh punya pendapat sendiri, sebab biasanya seseorang akan punya sudut pandang berdasarkan latar belakang masing-masing. Sebagaimana foto yang tampak dari satu angle sangat menarik tapi bila dilihat dari sudut lainnya ternyata tidak mesti demikian. Semakin kita pandai memperluas sudut pandang, kita dapat semakin bijak dalam menakar sesuatu.

Disela kesibukan mewujudkan ide-ide yang terngiang dalam kepala, beberapa minggu terakhir ini saya sedang tertarik mengulik informasi seorang penulis cerita horor yang berdasarkan pengalaman nyata yang dia alami bersama teman-teman "huntunya" iya gak boleh disebut hantu. Anda tentu paham siapa yang saya maksud apalagi bila anda adalah seorang pembaca novel horor yang karyanya banyak diangkat menjadi film layar lebar. 

Iya penulis tersebut adalah Risa Saraswati.

Walaupun lebih muda dari saya, namun rupanya banyak pengalamannya yang harus saya catat. Banyak yang dapat saya ambil sebagai pelajaran dari pengalaman hidupnya hingga menorehkan karya-karyanya, sehingga membuat saya menjadi tertarik mengulik lebih jauh. 

teman risa peter cs
Coba tebak Risa yang mana? 
(maaf kalau gambar ini saya pakai disini)

Salah satunya tentang hal pertemanan. Berteman dengan manusia hidup saja menurut saya sudah susah,  apalagi bagaimana dengan sosok-sosok yang tak kasat mata itu. Namun, entah kenapa saya senang dengan orang-orang unik yang pandai menghargai hal yang dianggap aneh atau bagi orang normal harus dijauhi.

Maksud saya bukan kita harus berteman dengan mahluk halus, tapi yang menarik bagi saya yaitu sang penulis berhasil menaklukkan ketakutannya sehingga malah akrab dan berteman dengan mereka.

Walaupun memang awalnya dia tidak sadar kalau teman-temannya yaitu Peter Cs adalah bukan manusia "lagi". Namun pada beberapa teman lain contohnya seperti Asih, Elizabeth, Ivanna atau lainnya yang tentu akan membuat urat keberanian orang biasa akan menyusut bahkan bisa menguap habis tak tersisa, tentu itu bukan hal yang mudah buat berteman apalagi sampai membuat karya tentang mereka.

Banyak hal yang mungkin gak sesuai dengan yang kita harapkan, oleh sebab itu diperlukan rasa toleransi yang tinggi tapi juga tidak larut sehingga malah menjadi toksik.  Dibalik cerita masing-masing karakter tersebut, banyak hal juga yang saya belajar dari teman-teman Risa tersebut yang notabene gak bisa dilihat mata biasa. 

Mungkin benar bahwa kita tidak boleh percaya pada Jin atau mahluk lain sepenuhnya, bahkan kalau boleh jujur dengan sesama manusia pun kita juga harus tetap hati-hati. Tapi ada suatu pelajaran bagi saya dimana banyak hal yang tidak lagi bisa mereka lakukan ketika sudah mati. 

Walaupun mereka masih dapat melakukan sesuatu yang melebihi kita manusia hidup tetapi kemampuan mereka tidak dapat menolong mereka sehingga menjadi lebih baik. 

Jadi bagaimanapun susahnya hidup, semoga kita selalu ingat bahwa kita cuma lakon yang harus menyelesaikan "cerita" dengan bahagia. Sehingga kita musti syukuri nikmat Tuhan dan jangan pernah berputus asa.

Semoga semua yang membaca tulisan ini atau karya-karya Risa atau nonton channel Jurnal Risa dapat mengambil hikmah yang baik mumpung kita masih hidup. 

Mungkin ini sudut pandang yang dapat saya tuliskan, walaupun masih banyak nilai lainnya yang dapat saya ambil dari seorang Risa bersama Tim Jurnal Risanya tidak saya tulis disini. Salut buat mereka..

Anda juga boleh punya sudut pandang sendiri, silahkan ditulis dikolom komentar bila berkenan.

Pengalaman Lucu Saat Memanfaatkan Google Translate

Google Translate memberi pengalaman dan wawasan baru kepada saya bahwa saat terdesak kita sebenarnya bisa survive dengan cara apapun yang mungkin kadang terlihat sepele. Dulu saya memang kurang perhatian dengan layanan Google yang satu ini, tetapi setelah mendapat suatu pengalaman yang bisa dibilang agak konyol sehingga membuat saya jadi mengubah pandangan terhadapnya.

Google translate adalah suatu layanan google untuk menterjemahkan suatu kata atau kalimat dari bahasa tertentu ke bahasa lainnya. Maka tidak heran apabila aplikasi ini baru akan terasa ada gunanya apabila kita berada dikondisi harus memahami bahasa lain segera.

Sebenarnya kalau bisa saya sebenarnya lebih memilih untuk menghafal kosa kata bahasa lain dari pada harus mengandalkan suatu aplikasi atau tool. Tapi saya juga sadar bahwa ada kondisi darurat dan sebagaimana setiap manusia biasa yang punya keterbatasannya masing-masing, maka untuk surfive boleh saja menggunakan alat yang sudah tersedia apalagi gratis.

Beberapa waktu yang lalu ketika di Negeri Gajah Putih, saya mendapat pengalaman lucu yang mungkin berguna bagi anda.

Saat suatu malam di kota Bangkok, saya pernah jalan-jalan dengan seorang teman saya untuk mengamati kehidupan sosial masyarakat lokal disana. Berbeda dengan turis yang biasanya ke tempat wisata, saya memang ingin mengenal bagaimana keseharian masyarakat disana. Kami saat itu memang sengaja memilih jalan masuk ke gang atau kampung agar dapat membaur dengan masyarakat.

Setelah lama berjalan di wilayah pemukiman penduduk, tibalah kami di area pinggir sungai yang diterangi dengan lampu-lampu rumah penduduk dan beberapa lampu yang sengaja dipasang dipinggir sungai. 

Berbeda dengan kebiasaan di negeri kita ini dimana masyarakat melakukan mobilisasi lebih banyak melalui jalan darat, sedangkan disana masyarakat Bangkok masih banyak yang mengandalkan moda transportasi  air lewat sungai.

Saat itu kami tertarik dengan sebuah warung ditepi sungai yang ramai sekali dikunjungi muda mudi. Kami langsung berfikir kalau itu adalah cafe yang menyediakan minuman dan makanan kecil yang banyak dinikmati masyarakat umum, maka kamipun bergegas kesana.

Sampai diwarung tersebut kami memperhatikan ternyata ada menu kopi dan beberapa makanan yang kami tidak paham bagaimana itu yang ditulis daftar menu. Kami sengaja mencoba berinteraksi dengan pelayan menggunakan bahasa Inggris.

Lucunya ternyata pelayan tersebut malah gak paham, maka dengan bahasa isyarat yaitu tinggal tunjuk menu dan acungan jari tanda jumlah pesanan, syukurlah mereka akhirnya dapat mengerti maksud kami. Sampai disitu saya dan teman saya mencari tempat duduk dan bercakap-cakap mengenai perjalanan kami dan tujuan berikutnya.

Saat pesanan kami datang, pelayanan yang mendengar percakapan kami agaknya mengerti dengan apa yang kami bicarakan. Saya cukup kaget karena kami maksudnya saya dan teman saya saat itu bercakap dengan bahasa Indonesia. Saya mencoba interaksi kembali dengan pelayan tersebut menggunakan bahasa Indonesia, dan ternyata dia dan teman-temannya malah lebih paham. 

Walhasil kamipun berbincang sejenak dimana ternyata mereka adalah orang-orang dari Thailand bagian selatan sehingga banyak yang menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa keseharian. Mereka banyak merantau ke Bangkok untuk mencari peruntungan. Maka tidak heran apabila banyak yang lebih mengerti bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris disana.

Kamipun dipersilahkan menikmati sajian minum kopi dan teh. Padahal sebenarnya kami pesan kopi saja diwarung tersebut, tapi ternyata cara minum kopi diwarung itu kebiasaanya juga ditemani dengan teh tanpa gula. Karena memang penyajiannya pesan kopi diberi lengkap dengan teh dan tatacaranya disana demikian maka kami ikuti saja.

Minum secangkir kopi disana ternyata gak ada manis-manisnya sama sekali, kalah dengan air mineral di Indonesia yang terkenal "ada manis-manisnya". Untuk menawarkan rasa pahit itu ternyata caranya minum sedikit teh dengan gelas kecil seukuran sloki. Cara unik ini ternyata membuat rasa minum kopi disana menjadi lebih nikmat.

Setelah puas ngopi dan berbicang kamipun membayar dan bermaksud segera balik kembali ke Hotel tempat kami menginap karena memang sudah lepas tengah malam. Nah disinilah terjadi kejadian yang lebih unik lagi akan terjadi. 

Saat kami kembali ke Hotel ternyata pintu utama penginapan tersebut sudah ditutup dan lampu telah dipadamkan sebagian. Untuk masuk hotel kami harus masuk melalui pintu samping dan lorong yang melewati ruang sekuriti.

Oleh seorang sekuriti, ternyata kami tidak diperbolehkan masuk tanpa menunjukkan bukti sebagai tamu hotel. Kami memang masing-masing kebetulan tidak membawa kunci hotel atau apapun yang dapat menunjukkan bahwa kami adalah tamu hotel itu. 

Sekedar info kalau saya dan teman saya tersebut tidak sekamar dan masing-masing ada teman lain yang sudah istirahat duluan dikamar. Jadi kami tidak ingin mengganggu teman kami yang sudah bobo buat repot-repot bantu kami agar bisa masuk hotel ditengah malam.

Kami pun mencoba menjelaskan sebisa kami dengan bahasa Inggris, seperti kejadian di warung tadi ternyata sekuriti juga gak paham, kemudian kami coba pakai bahasa Indonesia ternyata dia juga gak paham, maka kami dibawa kebagian resepsionis. Kami mencoba menjelaskan bahwa kami adalah tamu dengan nomor kamar masing-masing.

Di meja resepsionis kami bertemu dengan seorang cewek yang sepertinya sedang sibuk sekali menghitung sesuatu, entah apa itu dalam bukunya. Kami mencoba menjelaskan padanya dengan pelan-pelan mungkin saja mereka gak paham karena kami ngomongnya kecepetan. Walaupun sebenarnya endingnya tetap saja gak paham.

Untungnya setelah panjang lebar gak ada hasil, pada akhirnya teman saya berinisiatif untuk mentranslate bahasa Indonesia ke bahasa Thai dengan Google Translate.

google translate bahasa Indonesia ke bahasa thailand
ilustrasi translate bahasa, saat itu yang kami tulis tentu lebih menarik

Awalnya saya pesimis dengan cara yang dilakukan oleh teman saya, tapi gak ada salahnya juga dicoba. Dan setelah ditulis lalu diterjemahkan melalui Google translate, kemudian muncul aksara mirip tulisan huruf Jawa yang "mlungker-mlungker" itu.

Saat teman saya menunjukkan tulisan itu ke resepsionis, sang cewek itupun tidak langsung bereaksi kecuali cuma senyum beberapa detik. Nah saat dia senyum saya dan teman saya gak sadar kalau sebenarnya juga ikutan senyum. 

Tapi sebentar.. saya dan teman saya kok jadi baper, apa mungkin kalimat yang ditranslate artinya jadi lain?

Beberapa saat kemudian sang resepsionis pun memberi kami ijin untuk pergi menuju kamar ditemani dengan sekuriti tadi. Syukurlah dan akhirnya kamipun diantar sampai depan kamar.

Saya jadi mikir, ternyata bahasa Inggris yang saya kira bisa kami andalkan dibelahan dunia manapun sebagai bahasa internasional, ternyata gak laku di Thailand. Syukur Alhamdulillah Tuhan masih menolong lewat Google Translate. Kan gak lucu juga kalau pesan kamar lagi, sedangkan barang-barang kami sudah ada didalam kamar lain.

Ternyata Memang Harus Kembali

Udara masih terasa sejuk saat mobil yang saya kendarai melintasi jalan berkelok di hutan perbatasan wilayah bekas kerajaan Majapahit menuju wilayah berjulukan kota Soto. Iya hari itu saya akan mengurus mutasi kendaraan dari kota tersebut untuk dipindah ke kota tempat tinggal saya. 

Menyusuri jalanan hutan membuat saya jadi teringat saat dulu masih kerja di kota wali dimana setiap minggu saya selalu pulang ke kota Tahu, tempat Ibu membesarkan saya. Dimana saya rutin berangkat kerja mengendarai motor di awal pekan dan setiap akhir pekan kembali melintasi hutan Dawar Blandong hingga sampai hanya buat bermalam dua hari dirumah.

Kini saya tidak lagi harus tergesa-gesa seperti dulu jadi saya nikmati saja pemandangan dan kelok jalan bersama adik dan ibu yang turut menemani perjalanan saya kali ini. Syukur rasanya dapat berangkat pagi jadi bisa menikmati hangatnya sinar matahari pagi yang baru menyembul diantara padatnya daun-daun pepohonan.

Jalan di hutan

Jalanan terasa masih lengang walaupun beberapa kali saya harus menyalip truk dan kendaran lain yang berjalan pelan. Tetapi saat sudah akan sampai memasuki wilayah kota ditandai dengan adanya gapura selamat datang memasuki kota maka jalanan terasa padat dan merayap.

Saya yang sejak tahun 2009-an tidak lagi pernah sampai ke kota ini merasa pangling. Beberapa kali saya harus bertanya kepada adik yang sedang menyalakan Aplikasi Google Map untuk meyakinkan supaya tidak salah mengambil arah.

Tidak seperti yang saya duga, dimana akan langsung dapat menuju tujuan yakni kantor Samsat dengan arah lurus saja, tapi ternyata saat hari itu ada pengalihan jalur. Lalu lintas dari arah selatan harus memutar ke arah lain dimana saya pun menurut saja, sambil tetap menggunakan petunjuk yang diarahkan oleh Google.

Pembacaan jalur yang dibantu adik saya ternyata melewati jalanan beberapa sekolah dan kampus di kota itu. Saya sekilas jadi tahu bagaimana kondisi sekolah yang baru saya lalui. Lalulintas sebenarnya lancar tapi sayang jalannya rusak sehingga kendaraanpun harus berjalan pelan agar tidak mengocok perut orang-orang yang ikut menumpang.

Sampailah kami di tujuan dimana saya bingung kenapa pintu masuknya ditutup separuh sehingga mobil tidak dapat masuk. Saya pun turun dan bertanya pada beberapa tukang becak yang kebetulan mangkal disana. Ternyata ditunjukkan bahwa untuk masuk kendaraan roda empat atau lebih harus dari pintu belakang. Kemudian sayapun menuruti petunjuknya dan menemukan lokasi pintu yang saya maksud.

Singkat cerita saya pun mengurus administrasi untuk proses mutasi keluar kendaraan. Ternyata ada suatu kejadian yang membuat saya merasa lucu. 

Saat itu saya yang sedang menunggu antrian melihat ada seorang bapak tentara yang mengisi berkas disebuah meja yang sudah disediakan. Didepan meja tersebut tersedia petunjuk pengisian formulir. 

Karena saya merasa sudah mengisi formulir tanpa melihat petunjuk itu, saya pun penasaran sebenarnya apakah tadi saya mengisi sudah sesuai dengan petunjuk yang dipasang disana. Saat saya mendekati petunjuk pengisian itu, saya pun lega sebab ternyata petunjuk formulir yang dipasang tersebut tidak seperti formulir yang saya isi. Karena petunjuk tersebut memang untuk permohonan perpanjangan STNK sedangkan saya mengurus mutasi.

Saya yang masih menunggu antrian untuk dipanggil memutuskan untuk menunggu didekat meja yang dekat dengan petunjuk pengisian formulir tadi. Bapak tentara yang tadi mengisi formulir kemudian menyerahkan berkas dengan formulir yang sudah diisi ke petugas Samsat, kemudian ikut antree didekat saya dan bertanya, "masih atree pak?"

Saya-pun menjawab singkat "iya"

Kemudian saya ganti bertanya, "mengurus STNK motor atau mobil Pak?"

Beliau menjawab dengan senyum, "Mobilnya masih di dealer, sekarang mengurus motor dulu pak".

Kami pun tertawa kecil barengan

Beliau kemudian bilang "Saya sudah dua kali kesini pak, padahal tinggalnya jauh".

Saya pun terpancing "Lho dimana tinggalnya pak?"

Beliau jawab sambil senyum "Modo"

Walaupun sebenarnya saya tidak tahu pasti lokasi yang dimaksud seberapa jauhnya dari kantor Samsat, tapi saya merasa turut prihatin saja sambil manggut-manggut. Kemudian saya kembali bertanya alasan kenapa kembali hingga dua kali.

Beliau menjawab "iya yang kemarin BPKBnya ketinggalan"

Sayapun kembali manggut-manggut tanda mengerti alasan kenapa mesti mengulang proses permohonan.

Tidak saya duga sebelumnya, ternyata orang disamping bapak tentara tadi tiba-tiba bilang "Saya juga kembali dua kali pak".

Saya dan bapak tentara tadipun segera mengalihkan perhatian kepada bapak tersebut.

Beliau meneruskan kalimatnya "Saya tadi pagi sudah mengurus pajak motor tapi lewat drive thru. Kemudian petugas memberitahu kalau saya sudah waktunya mengurus perpanjangan STNK 5 tahunan"

Dari penjelasan bapak tersebut kami pun senyum dan manggut-manggut tanda memahami alasan harus kembali. Sampai disitu akhirnya sang bapak tadi dan tentara tersebut melanjutkan obrolan, sedangkan saya sudah dipanggil untuk melanjutkan proses lainnya.

Singkat cerita akhirnya proses yang harus saya urus semua sudah selesai dan saya pun sementara bisa pulang, tapi petugas memberi tahu bahwa saya juga harus kembali 3 minggu lagi karena berkas mutasi baru bisa diserahkan setelah pengantarnya jadi dengan waktu selama itu. 

Jadi ternyata alur cerita saya pun hampir sama seperti bapak-bapak tadi, walaupun tidak mirip tapi rupanya intinya memang tetap harus kembali.

Serunya Mengajak Anak-anak Membuat Game Bersama

Sudah lebih dari dua minggu saya berada dirumah sejak kembali dari kota yang terkenal dengan Jembatan Merah Putihnya. Tetapi kenangan serunya jalan-jalan, pesta durian, kekenyangan papeda, dikejar anjing bahkan sampai pengalaman sembunyi karena ada kelompok yang sedang konflik hingga ditenangkan polisi dengan tembakan, masih teringat dengan jelas.

Apalagi keramahan Saudara yang menyenangkan dan keponakan yang tak henti-hentinya selalu penuh dengan kelucuan, membuat saya jadi pengen kembali. Kota dengan bandara Pattimuranya ini memang salah satu kota yang penuh dengan kenangan seru dan memicu kerinduan untuk suatu saat balik kesana lagi.

Sebelum saya pulang disaat-saat masih bersama-sama dengan keponakan yang kecil-kecil, banyak keseruan yang membuat saya juga ingin meninggalkan kenangan indah bagi mereka. Saya tidak ingin memberikan uang atau benda yang suatu saat mudah hilang, tapi saya ingin memberi sesuatu yang berguna dan dapat selalu mengikuti mereka terus. Salah satu caranya adalah dengan membagi pengetahuan, walau dikata cuma alasan karena gak punya uang. 

Tentu saja saya ingin mereka tetap happy tapi juga sambil belajar pengetahuan baru, maka pendekatan yang saya gunakan adalah dengan game. Namanya anak-anak jaman sekarang pasti sudah akrab dengan gadget salah satunya buat main game. Gak perlu dipungkiri lagi, karena memang jaman sekarang beda dengan jaman saya kecil dulu, dimana saya suka permainan paling canggih pada masa itu yaitu membuat pesawat, walaupun dari kertas.

Mengajak Anak-anak Membuat Game Sendiri

Saya memang gak menyalahkan anak-anak jaman sekarang yang banyak bermain game di gadget, memang mereka hidup di zaman canggihnya ponsel pintar saat ini. Tapi bukan terus di biarkan gak terkontrol, maka saya ingin mengajak mereka dengan tetap bisa bermain, bukan hanya bermain tapi juga dengan membuatnya sendiri. Iya benar membuat video game sendiri. 


Sebelum saya mengajari mereka, saya ajak dulu mereka bermain game. Kemudian ditengah keseruan mereka main, saya tawari apakah mereka juga mau membuat game seperti yang mereka mainkan? Karena tawaran saya disambut baik maka saya juga bersemangat.

Pada saat mengajak tersebut, kebetulan juga didukung dengan saudara saya selaku orang tua keponakan-keponakan saya tersebut. Jadi kesempatan ini saya coba manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Untuk mengajak anak mulai belajar membuat game tentu menjadi tantangan tersendiri bagi saya apalagi kebetulan keponakan-keponakan saya berada pada rentang usia dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda. 

Tapi saya senang, saya pikir bisa sambil melakukan penelitian kecil-kecilan dengan cara perlakuan pengajaran yang sama pada perwakilan kelompok umur berbeda maka saya bisa mencari tahu mulai usia dan tingkat pendidikan bagaimana yang dapat dengan mudah diajari untuk membuat game. Ya mungkin sok-sok an saja biar kaya penelitian, jadi bahasanya diartikel ini di-keren-kerenkan.

Untuk mengajari mereka membuat game memang sudah seharusnya jauh dari kata susah. Namanya anak-anak kalau sudah susah maka bisa jadi gak tertarik lagi dan kalau dipaksa malah jadi trauma. Maka cara ngajar dan alat yang saya gunakan harusnya dapat menyenangkan. 

Oleh karena hal itu maka saya harus menggunakan cara lain bukan dengan cara yang biasa saya gunakan pada mahasiswa. Dari beberapa pertimbangan saya sebelumnya akhirnya saya memutuskan untuk mengajarkan membuat game dengan bantuan Construct 2, yang memiliki berbagai kelebihan tanpa harus melakukan coding dan bahkan dapat digunakan untuk membuat game profesional tanpa harus terlalu susah.  

Sebagai persiapan sebelum mengajari mereka, saya mulai dengan menginstall aplikasi Construct 2 ke laptop yang sudah tersedia buat sarana belajar. Setelah saya install saya mulai mengajak mereka untuk membuat karakter di game. Dilanjutkan dengan cara menggerakkan karakter, membuat karakter lain, membuat interaksi antara karakter, menerapkan aturan menang dan kalah dan seterusnya.

Ditengah proses pembuatan ada saja yang tidak sabar ingin game-nya segera jadi dan segera pengen memainkannya. Tetapi ada juga yang tiba-tiba pergi "berubah menjadi robot dan mengalahkan Si Monster guling" sekali lagi.

Singkat kata dari 4 orang keponakan yang diajak membuat game, yang bertahan terus sampai selesai ternyata tinggal satu orang keponakan hingga game bisa dimainkan. Akhirnya game pun dimainkan bersama-sama sebab yang tadinya sudah pada pergi jadi kembali lagi saat maen. 

Apapun hasilnya saya maklum saja karena memang tujuannya adalah supaya mereka tahu dulu bagaimana caranya membuat game. Jadi selain memainkan game ternyata membuatnya juga seru, meski harus sabar agar bisa sampai jadi dan bisa dimainkan.

Menggali Kenangan dalam Wujud Game Menyeberang

Matahari sudah tinggi saat saya mulai menyadari bahwa belum melakukan apapun hari ini. Akhirnya saya jadi pengen menuliskan pengalaman seru yang dimulai dari beberapa hari kemarin, Dimulai dari saat saya berdiskusi dengan adik saya (seorang desainer grafis - spesialis icon) yang biasa saya panggil dengan panggilan Oom.

Iya saya memanggilnya demikian karena ikutan para keponakan yang sering memanggilnya demikian. Sebaliknya ketika Oom memanggil saya dia juga menggunakan sebutan pakDe, dengan sebab yang tidak jauh berbeda.

Saat itu kami diskusi karena ingat kembali bagaimana serunya bermain sebuah game mungil yang dapat disimpan dalam disket jaman dulu. Bahkan tidak hanya satu game, beberapa game dapat disimpan dan dimainkan hanya dengan mengandalkan piringan 1,44 Mb. 

membuat game meyeberang jalan sendiri


Berarti game jaman itu berukuran sangat mungil. Bagaimana tidak, bila dibandingkan saat ini banyak ukuran game yang sudah ber Giga-giga. 

Dari pembicaraan itu saya pun jadi ingat sebuah game yang menggemaskan yang pernah kami mainkan bersama, dimana sebenarnya permainannya sangat sederhana tapi seru. Sayang, saya lupa nama game itu. 

Membuat Sendiri Game Menyeberang Jalan 

Dalam game itu sebenarnya tugas pemain hanya satu, yaitu menyeberangkan aktor dalam game agar sampai di tujuan. Iya menyeberang dalam game itu ada yang menyeberang jalan di lalulintas yang padat, sehingga resiko tertabrak kendaraan adalah tantangannya. Selain itu dilevel tertentu tidak hanya menyeberang jalan, tapi juga menyeberang sungai. Dimana harus melompat-lompat diatas perahu ataupun benda lainnya agar sampai di sisi sungai yang lain, supaya tidak kejebur. 

Beberapa hari kemudian setelah pembicaraan kami berlalu, saya kembali teringat akan game yang masih ingin saya mainkan dengan gemas itu. Saya jadi pengen memainkannya lagi, tiba-tiba timbul pertanyaan dalam benak saya. Mengapa saya tidak membuatnya saja?

Saya sebenarnya mungkin bisa browsing untuk menemukan kembali game itu atau semacamnya, tapi menurut saya alangkah serunya bila memainkan game buatan sendiri dengan konsep yang sama. Saya bebas menambah dan mengurangi sesuai selera. 

Jadi fix saya putuskan untuk membuatnya saja.

Kebetulan sekali saat saya ingat akan hal itu saya sedang berada di depan komputer jadul andalan saya. Tidak perlu berlama-lama saya pun segera menyalakan power, kemudian sambil menunggu komputer menyelesaikan proses booting. Saya mulai menyusun gambaran dalam kepala langkah apa saja yang perlu saya lakukan untuk membuat game yang dulu seru itu. Saya permudah saja namanya yaitu Nyebrang.

Mulailah saya membayangkan karakter yang harus dapat dikontrol, kemudian membuat jalan dan background, lalu membuat kendaraan berlalu lalang dan seterusnya hingga tampilan kemenangan bila sampai diseberang jalan. Saya memang tidak menuliskan urutan langkahnya dikertas ataupun media lainnya, karena saat itu mengalir bebas saja dalam pikiran. 

Nah setelah komputer sudah berhasil masuk windows dan siap digunakan. Ternyata saya tidak segera memulai melakukan langkah-langkah yang sudah saya bayangkan. Ternyata ada hal yang mengganggu pikiran saya saat itu, yaitu saya harus memilih untuk menggunakan game engine apa? 

Ada dua opsi yang saat itu saya pertimbangkan. Saya mau memilih menggunakan engine Phaser CE yang musti menulis koding, atau memilih Construct 2 saja yang tanpa perlu ngoding. Saat itu saya pilih engine 2D karena selain ingin cepat selesai, serta saya paham keterbatasan saya dalam modeling 3D dan engine 3D.

Ingat aturan pembuatan game yang paling penting yaitu "Buatlah game yang dapat anda selesaikan".

Sejenak saya pun diam dan menimbang-nimbang...(beberapa menit berlalu).

Kemudian saya akhirnya memilih salah satu game engine. Berdasarkan pertimbangan karena saya cuma ingin membuat game sederhana saja dan segera ingin cepat jadi lalu segera main, maka pilihan game engine saya jatuhkan pada Construct.

Sayapun segera melakukan langkah-langkah yang persis seperti apa yang sudah saya bayangkan sebelumnya. Awalnya saya buat karakter dari bentuk lingkaran dan persegi sederhana saja, dengan memanfaatkan fitur di construct. Kemudian menambahkan behavior, action dan seterusnya. 

Semua berjalan lancar dengan sesekali saya coba run hasilnya apakah sudah sesuai. Tapi sayangnya ternyata ada beberapa hal yang tidak dapat berjalan seperti yang saya bayangkan. 

Ada beberapa bagian dalam game yang mestinya memerlukan pertimbangan lebih matang. Contohnya adalah bagian dimana saya mesti memperhitungkan waktu jeda dimana pemain dapat lewat menyeberang, sebab karena bila kendaraan yang lewat terlalu cepat maka pemain tidak akan pernah sampai di tujuan. Tentu saja akibat gak ada kesempatan menyeberang, jadi ketabrak deh. Sebaliknya bila terlalu lambat ternyata, game jadi tidak seru.

Tanpa terasa saat itu kondisi rumah sudah sepi sekali, saat saya melirik jam dinding kamar ternyata sudah lewat pukul 22.00 WIB. Sayapun memutuskan untuk melanjutkannya lain hari. Saya nikmati saja proses itu tanpa harus ngebut, kan buat heppy-heppy sendiri.

Iya saya heppy walaupun tidak segera main tapi malah jadi seru sendiri memikirkan bagaimana solusi logika agar game dapat berjalan sesuai bayangan saya. Saya pengin agar setidaknya sama dengan jalannya game yang dulu saya mainkan. 

Esok harinya, sayapun punya ide solusi dari masalah kemarin malam yang belum selesai. Syukurlah game dapat berjalan sesuai harapan. Walaupun masih sederhana tapi saya sudah cukup puas dengan jalannya permainan. 

Kemudian setelah semua sudah dapat berjalan seperti bayangan, sayapun mulai memperbaiki tampilannya dengan mengganti karakter lingkaran dan kotak dengan gambar yang lebih menarik. Kemudian saya juga memperbaiki jalan dan beberapa bagian lainnya. 

Sementara tampilannya seperti demikian dulu, insyaAlloh saya perbaiki lagi lain waktu sebab dalam waktu dekat setelah ini, saya musti pergi ke daerah Indonesia bagian timur dulu. 

Semoga menginspirasi...

membuat sendiri game menyeberang jalan


Belajar Bersikap Rendah Hati

Sikap rendah hati merupakan sikap positif yang disukai banyak orang tapi tidak mudah dilakukan. Sikap rendah hati akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan berbagai karakter orang yang berbeda-beda.

Rendah hati bukan sikap yang akan membuat diri anda menjadi kehilangan kehormatan. Tapi malah sebaliknya rendah hati akan membuat anda menjadi lebih dihormati dan kokoh dalam mengendalikan emosi.

Sikap rendah hati adalah perasaan menganggap diri sendiri setara dengan orang lain. Tidak lebih rendah dan juga tidak lebih tinggi, bukan sombong dan juga bukan rendah diri.

Rendah hati harus dibarengi dengan keikhlasan pada Tuhan dan kejujuran hati nurani. Bukan karena punya maksud untuk mengambil keuntungan agar mendapatkan simpati dengan cara merendahkan diri pada orang lain.

ilmu padi rendah hati

Semakin berisi semakin merunduk, semakin banyak ilmu semakin rendah hati.

Cara Bersikap Rendah Hati

Menyadari Keterbatasan Diri

Setiap manusia pasti memiliki keterbatasan dan kekurangan, sayangnya seringkali kesadaran akan kekurangan diri ini menjadi hilang pada saat berdebat atau mempertahankan pendapat. Kita mungkin kesulitan melihat kekurangan diri sendiri dan orang lain lebih mudah menemukannya.

Menghindari Mengeluh, Syukuri Saja

Banyak kondisi ataupun situasi yang tidak sesuai dengan keinginan diri kita, tapi bila dicermati ternyata semua itu seringkali bukan hal berbahaya. Kita sendiri yang sering melebih-lebihkan sehingga merasa menjadi yang paling menderita. 

Pasrah pada Tuhan

Semua hal baik itu menyenangkan ataupun tidak semua adalah milik Tuhan. Mengakui bahwa "Saya bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa kepada Tuhan" adalah cara paling tepat untuk menjadi rendah hati. 

Dinikmati dan dibawa happy saja, damai... tidak perlu ber api-api

5 Ciri-ciri Rendah Hati

1. Dapat menerima Pendapat Orang lain

Seseorang yang memiliki sikap rendah hati akan nampak pada saat ada perbedaan pendapat dengan orang lain. Seorang yang memiliki sikap rendah hati akan dapat terbuka dapam menerima saran atau masukan orang lain.

Alih-alih mempertahankan ego atau pendapat sendiri, sikap rendah hati akan dapat mendengar dan mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda dari orang lain. Sikap terbuka ini akan dapat membuat semua pihak menjadi lebih terbuka.

2. Sadar untuk Memperbaiki Kesalahan

Seorang yang bersikap rendah hati akan mulai dengan kejujuran diri sendiri. Walaupun terdapat kesalahan yang mungkin pernah dilakukan tapi muncul kesadaran untuk memperbaikinya.

Orang dengan sikap rendah hati akan dapat meminta maaf dan dapat bersikap tenang. Sikap rendah hati tidak memerlukan kambing hitam untuk menimpakan kesalahan pada orang lain.

3. Tidak Menolak dan Menentang

Orang yang memiliki sikap rendah hati akan dapat mendinginkan suasana dengan cara mendinginkan suhu pembicaraan. Orang dengan sikap rendah hati dapat fokus mencari solusi bukan pertentangan tak berujung.

Sikap rendah hati kadang tampaknya seperti mengalah dalam perdebatan, tapi sebenarnya tidak selalu demikian. Sikap rendah hati akan lebih tepat diambil dalam meluruskan sesuatu pertengkaran akibat salah paham.

4. Rendah Hati Akan Memimpin 

Seseorang yang memiliki sikap rendah hati akan membuat orang lain merasa aman walaupun sebenarnya mereka salah. Mereka akan tidak segan juga mengakui kesalahan mereka bila berhadapan dengan kita yang rendah hati.

Dengan karakter rendah hati orang lain akan menjadikan Anda sebagai pemimpin. Bukan berarti pemimpin yang ditunjuk karena jabatan resmi, tapi pemimpin dalam menyelesaikan masalah karena anda dianggap bisa diandalkan. 

5. Rendah Hati Akan Menundukkan Ego

Seorang dengan sikap rendah hati akan mampu meredam ego diri sendiri kemudian menular ke orang lain sehingga mampu menciptakan kedamaian. Sikap rendah hati akan dapat membawa anda berkepala dingin dalam menghadapi masalah.

Demi kebaikan bersama, sikap rendah hati harus diambil dengan menahan gejolak ego yang pasti bukanlah sesuatu hal gampang. Bila semua pihak dapat bersikap rendah hati maka suatu diskusi akan segera membuahkan solusi terbaik.

Sikap rendah hati memang harus dilatih dan diupayakan. Tidak semua orang dapat bersikap rendah hati, sayangnya tidak semua orang rendah hati juga jujur.

Saat ini beberapa orang menampilkan sikap rendah hati, tapi disalah gunakan untuk tujuan tertentu seperti kepentingan politik, bisnis dan lain sebagainya. Jadi berhati-hatilah.

Saya juga sedang belajar rendah hati, semoga kita semua dapat berhasil. Demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat.

Cara Saya Berdamai dengan Burn Out

Mendorong diri sendiri untuk bekerja keras itu perlu tapi jangan sampai berlebihan. Ternyata mental itu juga punya batas seperti otot, yang bila diajak kerja keras sebenarnya baik tapi kalau berlebihan juga bisa cidera.

Proses pemulihan cidera ini yang gak gampang bisa makan waktu yang tidak diketahui.

Burned out adalah kelelahan dengan penurunan kondisi mental yang berpengaruh terhadap fisik karena stress parah akibat berlebihan dalam bekerja. 

Burned out adalah kondisi lelah berlebihan dan bukan termasuk dalam penyakit kelainan mental atau gangguan psikologi lainnya.

Burned out dapat dialami oleh siapa saja, tapi apakah berbahaya? Pada tingkat yang parah seseorang yang sedang mengalami burned out cenderung mudah melarikan diri pada hal merugikan seperti obat terlarang ataupun alkohol.

Pada umumnya cara penanganan burn out yang tidak tepat, diambil oleh seseorang akibat tuntutan pekerjaan yang masih harus dipenuhi padahal kondisi fisik dan mental sudah terlalu lelah. 

cara mengatasi burn out


Tanda-tanda Burned Out

Seseorang sedang burned out akan menampakkan ciri-ciri tertentu yang dapat muncul tanpa disadari, antara lain:

Mudah Marah

Orang mudah marah belum tentu akibat darah tinggi, kelelahan parah juga dapat menjadi pemicunya. Orang yang tidak paham kadang mengira penderita burn out adalah jenis manusia sumbu pendek.

Padahal bila anda mudah terbakar tanpa sebab, mudah tersinggung dengan hal remeh maka hati-hati burned out.

Performa Drop dan Tidak Produktif

Pernahkah anda mengalami keadaan dimana apapun yang anda kerjakan menjadi membosankan, kemudian saat anda lanjutkan tambah bosan, tambah parah dan akhirnya stop anda gak mau ngapa-ngapain lagi. 

Walau anda paksakan mungkin anda bisa memulainya sebentar tapi anda malah kehilangan fokus dan pengen segera melarikan diri.

Pada umumnya keadaan burned out akan mulai tampak saat pekerjaan yang jadi molor, berkali-kali melewati deadline atau lewat batas waktunya. Padahal sebelum-sebelumnya gak pernah.

Bahkan saking parahnya seperti saya alami yaitu dibidang komputer, pada saat burn out baru melihat komputer saja langsung jadi lelah. Trus mau apa?

Sering Sakit-sakitan

Kondisi mental sangat mempengaruhi kesehatan fisik. Maka jangan heran bila seseorang yang sedang stress akan diikuti gangguan kesehatan.

Orang dengan kondisi lelah mental menjadi mudah sakit karena imun tubuh menurun.

Masalah apapun yang sebenarnya sepele tapi jika dihadapi dengan stress bisa memicu munculnya penyakit aneh-aneh.

Bila anda sering mengalami sakit entah pusing, demam atau bahkan ditandai lebih sering sakit dari pada sehat dalam seminggu maka coba cek apakah anda mengalami burned out.

Lelah Gak Bisa Hilang

Seseorang yang sedang burn out kehilangan semangat kerja dan ingin bebas dari beban kerja. 

Kadang bisa saja ambil cuti untuk menenangkan diri atau tidur seharian. Tapi percayakah anda ternyata walaupun sudah tidur sehari dua hari saat ingat pekerjaan kembali lelahnya juga langsung kambuh kembali.

Menghindari Orang Lain

Seseorang yang mengalami burned out belum tentu diawali dengan tidak berprestasi, malah sebaliknya sebelum burned out seseorang sebelumnya sering bekerja melampaui target bahkan terbukti kerjanya gila-gilaan jauh melebihi orang lain.

Tapi saat sudah burned out, seseorang akan cenderung menghindar bahkan bila orang lain mengajak bicara tentang prestasi kerjanya, rasanya mual ingin melarikan diri. Rasa ingin sendirian selalu muncul sehingga mendorong untuk menarik diri dari sosialisasi.

Bila anda merasakan ciri-ciri burned out diatas sebaiknya anda segera ambil langkah mengatasinya. Sebab bila dibiarkan akan berakibat lebih parah.


Cara Mengatasi Burned Out Menurut Saya

Ketika saya mengalami burn out saya mencoba memilih traveling untuk meredakannya. Setelah traveling dan ingat kembali pada pekerjaan, tiba-tiba semangat saya menjadi drop lagi.

Kemudian saya mencari tahu mengenai kondisi saya dan mencoba satu persatu solusi yang saya temukan, baru saya pahami bahwa kondisi setiap orang berbeda. 

Beruntung ternyata saya menemukan cara kembali bersemangat. Cara terbaik yang dapat saya simpulkan adalah dengan cara bertahap.

Untungnya ada beberapa tahap yang dapat coba lakukan untuk mengatasi burned out, antara lain.

Bahagiakan Diri Anda Sendiri 

Tahap pertama bahagiakan diri Anda saja dulu. Saya ataupun anda tentu punya pilihan sendiri dalam membahagiakan diri atau disebut Me Time. 

Anda mungkin akan memilih travelling, merawat tubuh, bermain game atau cara lain untuk mengalihkan burned out. 

Apapun pilihan anda silahkan anda coba untuk mengembalikan fisik dan mental anda agar kembali bersemangat.

Kenapa saya persilahkan anda mencobanya dulu, karena kondisi satu orang dan lainnya bisa berbeda. Saya pun demikian, walaupun sudah saya coba ternyata aktifitas tersebut dapat membantu tapi sementara.

Ternyata kesalahan saya adalah karena saya belum mengetahui konsep hadiah. Seperti yang saya jelaskan di poin berikutnya.

Hadiahi Diri Anda

Saya dulu sama sekali tidak memahami konsep hadiah. Saya bekerja dengan susah payah lalu mendapat gaji itu saya anggap sudah hadiah, ternyata itu salah. Gaji menjadi terasa hambar bagi saya.

Hadiah adalah apapun yang anda anggap berharga sehingga membuat anda bersyukur. Hadiah bisa saja berupa hal yang tidak berwujud sebagai bentuk penghargaan diri anda terhadap kerja keras anda sendiri. 

Hadiah itu belum tentu berupa uang atau gaji atau semacamnya. Jangan mempersulit anda sendiri untuk mendapatkan hadiah, misalnya anda ingin hadiah harus mahal, harus eksklusif, atau harus mewah.

Bisa saja anda memilih hadiah sangat sederhana, misalnya bobo disamping buah hati anda yang imut dan menggemaskan, bisa berupa secangkir kopi, bisa datang ke salon, bisa apapun yang jelas hal itu anda anggap berharga. Bahkan pelukan hangat dengan orang tersayang juga bisa menjadi hadiah.

Jadi apapun yang anda kerjakan silahkan hadiahi diri anda sendiri. Gak perlu anda mengharap hadiah dari orang lain, silahkan berikan hadiah terhadap diri anda sendiri.

Ternyata dengan cara sepele demikian anda akan merasa beban kerja anda teredam dan terbayar dengan hadiah kecil dan anda tidak terbebani dengan pekerjaan yang gak ada habisnya.

Buat Daftar Prioritas

Seringkali tugas dalam pekerjaan datang secara bersamaan. Oleh sebab itu kita harus bijak dalam memilih mana yang lebih diproritaskan.

Bila kita mengerjakan secara bersamaan bukan mustahil apabila kita merasa terlalu banyak atau bahkan kelelahan karena tidak kunjung selesai.

Bekerja dengan cara multitasking memang sering dituliskan dalam buku biografi orang jenius. Tapi jangan terlalu mengejar hal tersebut karena kenyataannya selain malah membuat pekerjaan berantakan, kualitas hasilnya menjadi menurun dan malah membuat kita sendiri burn out.

Membagi Ekspektasi

Seringkali bagi sebagian orang mempercayakan impian kepada orang lain membuat pengalaman yang tidak mengenakkan. Kemudian membuat keputusan bahwa semua harus dikerjakan sendiri demi impian yang besar.

Bermimpi setinggi langit itu boleh dan bagus. Bukan maksud saya untuk meminta anda harus menyadari realita kemudian menyerah.
 
Tapi saya menyarankan anda untuk membagi mimpi itu, Ibarat bukit kue yang harus anda makan. Silahkan anda mulai dengan memotong-motongnya sampai menjadi bagian yang paling mudah anda telan. 

Kemudian makan sedikit demi sedikit sesuai potongan anda. Bila anda memotong terlalu besar maka anda akan kesulitan menghabiskan, kekenyangan dan bahkan sakit perut.

Mungkin anda makan bagian sangat kecil tidak apa-apa yang penting anda tahu rasanya. Kemudian mulai lagi dengan bagian kecil lagi terus sampai terbiasa, baru kemudian ditingkatkan lebih besar.

Jadi silahkan anda kerjakan sesuai yang anda mampu kerjakan bukan memaksa diri terlalu berat yang akhirnya malah jadi burn out. 

Pasang waktu dengan mengerjakan antara rentang waktu tertentu, apabila sudah tepat waktunya habis maka anda harus berhenti.

Kerjakan saja pekerjaan yang paling sederhana, bahkan amat sederhana sampai kadang dianggap remeh oleh orang lain gak apa-apa.

Dan baru saya sadari bahwa dengan mengerjakan sedikit-demi sedikit tapi dinikmati, sebenarnya disitulah letak kenikmatannya. 

Olahraga

Banyak orang menganggap bahwa semboyan "dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat" adalah kesalahan. Saya sendiri tidak sepenuhnya menganggap salah.

Mungkin sebenarnya maksud semboyan tersebut adalah apabila kita ingin menyelesaikan pekerjaan apapun maka antara tubuh dan jiwa harus selaras. 

Oleh sebab itu bila saat anda mulai burn out artinya mental anda capek maka sudah saatnya anda perlu menyeimbangkannya dengan mengerjakan aktifitas fisik yang seperti olahraga.

Anda dapat memulai dari olahraga ringan seperti jalan kaki, naik turun tangga jangan menggunakan lift dan sebagainya. Olah raga ternyata dapat meredakan stress dan membuat pikiran kembali segar.

Mengkonsumsi Makanan Sehat

Untuk mengembalikan kondisi kembali menjadi segar maka tubuh anda juga memerlukan makanan sehat dan alami.

Memang saat ini banyak orang yang apabila sibuk bekerja lebih memilih makanan yang cepat saji karena tuntutan waktu terbatas. Maka jangan heran apabila masalah pekerjaan membuat stres ditambah munculnya masalah kesehatan yang malah menambah stress lagi.

Menyerahkan Kepada Maha Kuasa

Sebagai manusia kita mungkin sering lupa kalau semuanya adalah dari yang maha kuasa. Baik yang menyenangkan atau juga yang tidak.

Percayalah kalau kita bisa merelakan semua baik yang menyenangkan dan tidak bakal berasal dan kembali kepadaNya, maka beban apapun akan menjadi ringan. Begitu juga cita-cita, ambisi, keinginan, hasrat bila diserahkan maka kita akan menjadi damai dengan menerima apapun nanti hasilnya.

Bila anda bisa damai maka apapun akan menjadi sejuk dan menyenangkan.

Banyak orang yang mengatakan kalau kita bertekad kuat maka alam akan menunjukkan jalan, sebenarnya alam sama sekali tidak dapat membantu bila yang maha kuasa tidak memerintahkannya. 

Relakan agar Tuhan yang mengatur bagaimana jalannya kita nikmati saja prosesnya dengan happy.

Demikian tulisan kali ini semoga bermanfaat.